Gegara Corona, Industri Makanan dan Minuman Pangkas Proyeksi Pertumbuhan

Rizki Ramadhani | Rabu, 20/05/2020 08:37 WIB


Akibatnya, proyeksi pertumbuhan industri ini terpangkasi dari 7 persen menjadi 4 persen. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) Adhi S Lukman


Katakini.com - Pandemi virus corona (covid-19) turut melemahkan industri makanan dan minuman. Akibatnya, proyeksi pertumbuhan industri ini terpangkasi dari 7 persen menjadi 4 persen.

Konsumsi rumah tangga yang jadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi menurun drastis hingga 2,84 persen pada kuartal I 2020 dibandingkan kuartal I 2019 (YoY). Situasi ini berpengaruh terhadap pertumbuhan industri makanan dan minuman.

"Konsumsi rumah tangga itu selama ini berasal dari kontribusi food and beverage (FnB) serta health care itu sangat signifikan 44 persen," ujar Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) Adhi S Lukman dalam diskusi online MarkPlus Industry Roundtable, Selasa (19/5/2020).

Pemangkasan proyeksi tersebut juga tak lepas dari rendahnya pertumbuhan industri makanan dan minuman (mamin) pada kuartal pertama 2020 yakni sebesar 3,94 persen.

Baca juga :
Kemenko PM Bangun Sistem Pelindungan PMI Berbasis Desa di Lampung Timur

Menurut Adhi jika pandemi covid-19 tak kunjung teratasi, ia memprediksi pertumbuhan industri mamin tahun ini hanya berada pada kisaran 4-5 persen. Padahal, biasanya, pertumbuhan industri mamin bisa mencapai 7 persen setiap tahunnya.

Baca juga :
Mendes Yandri Tinjau Pameran Potensi Desa di Puncak HUT ke-68 Lombok Barat

"Perkiraan kami 2020 pertumbuhannya kemungkinan hanya 4-5 persen. Di mana awalnya pada Februari kami masih optimis 8-9 persen. Tapi harus kami tinggalkan, dan akan masuk ke dalam pertumbuhan yang rendah," imbuhnya.

Memang, kata Adhi, sejumlah kategori makanan mengalami peningkatan penjualan selama pandemi covid-19. Meski demikian, peningkatannya tidak bisa menggantikan penurunan total keseluruhan industri mamin.

Baca juga :
Berbagai Dampak Buruk Sering Begadang untuk Kesehatan Otak Anda

"Susu, bumbu dan tepung cukup meningkat," imbuhnya.

Adi mengaku adanya peningkatan penjualan lewat e-commerce. Namun karena hampir sebagian besar penjualan mamin di pasar tradisional dan retail, peningkatan penjualan via e-commerce tersebut tak mampu mendongkrak keseluruhan penjualan industri makanan dan minuman.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Makanan dan Minuman Adhi S Lukman