Amerika Salurkan 23 Juta Barel Minyak ke Sembilan Produsen

Ananda Nurrahman | Kamis, 16/04/2020 04:45 WIB



Katakini.com - Amerika Serikat memberikan 23 juta barel dari kapasitas penyimpanan minyaknya untuk sembilan perusahaan produsen minyak di negaranya.

Departemen Energi mendapat intruksi dari Presiden Donald Trump,  mulai menegosiasikan pemberian kontrak kepada sembilan produsen minyak AS untuk menyimpan minyak mentah mereka di Cadangan Minyak Bumi Strategis (SPR).

"Sebagian besar pengiriman akan diterima pada Mei dan Juni. Menyediakan penyimpanan di SPR adalah salah satu upaya kami dalam membantu industri energi Amerika dan tenaga kerjanya yang luar biasa," kata Menteri Energi Dan Brouillette lewat Twitter pada Selasa. 

SPR adalah stok minyak yang disimpan oleh pemerintah AS untuk keadaan darurat, yang dapat digunakan untuk menarik kelebihan pasokan dari pasar domestik atau menjual minyak ke pasar ketika ada kelangkaan pasokan.

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

Menurut data Administrasi Informasi Energi (EIA), total kapasitas SPR di AS mencapai 635 juta barel hingga 3 April 2020, yang artinya kapasitas SPR di AS ada 89 persen.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

Perusahaan swasta, di sisi lain, memiliki persediaan minyak mentah komersial. Artinya, ketersediaan mereka tergantung pada tingkat kapasitas masing-masing perusahaan.

EIA mengungkapkan stok minyak mentah komersial di AS mencapai 484,4 juta barel hingga 3 April 2020.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

Karena rendahnya konsumsi minyak global akibat pandemi korona, pemerintah maupun produsen minyak swasta kesulitan untuk menyimpan minyak mentah yang telah mereka produksi setiap harinya. (Sumber: Anadolu)

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Amerika Serikat Barel Minyak Donald Trump