Big Data Solusi Penanganan Corona, Benarkah?

Budi Wiryawan | Rabu, 11/03/2020 07:38 WIB


Ia mengklaim bahwa big data analytic itu menghasilkan sesuatu yang objektif karena berbasis data dan memakai ilmu matematika. Ketua Inovator 4.0 Budiman Sudjatmiko

Jakarta, Katakini.com - Ketua Inovator 4.0 Budiman Sudjatmiko menyatakan, penanganan penyebaran virus corona (Covid-19) bisa menggunakan analisa big data.

"Untuk tiga hal, kalau perang, bencana nasional atau epidemi, itu serahkan kepada mesin dan algoritma. Serahkan kepada big data saja deh," kata Budiman dalam diskusi terkait virus corona di Jakarta, Selasa (10/03/2020) malam.

Menurut Budiman, penanganan mesin dan algoritma yang dilakukan dalam big data analytic akan memunculkan subjektivitas baru yang akan lebih objektif daripada subjektivitas manusia yang dilakukan secara analog.

Ia mengklaim bahwa big data analytic itu menghasilkan sesuatu yang objektif karena berbasis data dan memakai ilmu matematika.

Baca juga :
Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering Dibanding 3 Dekade Terakhir

"Apa itu yang objektif. Ya data. Apa itu yang objektif. Ya matematika," kata Budiman.

Baca juga :
Anggota Baleg DPR Soroti Potensi Tumpang Tindih Kewenangan Audit Kerugian Negara

Dia mencontohkan dengan apa yang dilakukan aplikasi kesehatan, misalnya seperti aplikasi yang ada pada ojek dalam jaringan (online).

Menurut aktivis 98 itu, aplikasi tersebut lebih dapat dirasakan masyarakat ketimbang apa yang dilakukan oleh kementerian/lembaga, karena penggunaan big data analytic tadi, sehingga yang dilakukan lebih tepat sasaran.

Baca juga :
Habiburokhman Apresiasi BEM-IKM FH UI Respons Cepat Kasus Pelecehan

Karena itu, terkait Virus corona (Covid-19), Budiman meminta pemerintah perlu menerapkan big data analytic tersebut, agar dapat menghindari kepanikan akibat informasi yang salah (hoaks).

Namun, kata dia lagi, terlebih dulu pemerintah harus siap membuka ruang `debat` seluas-luasnya. Hal tersebut penting agar ide dan gagasan baru bisa muncul serta dapat diolah secara algoritma menjadi big data oleh kementerian/lembaga.

"Debat tatap muka ya, bukan debat jempol. Debat tatap muka ini tradisi yang hilang di Indonesia. Kebebasan berpendapat kita hanya diisi oleh pidato dan monolog. Enggak boleh. Kita harus mengisi dengan debat, karena dengan debat, orang itu menguliti suatu permasalahan sampai sedalam-dalamnya," ujar Budiman.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Budiman Sudjatmiko Virus Corona Big Data