Wall Street dan Dow Jones Anjlok

Ananda Nurrahman | Selasa, 10/03/2020 07:33 WIB


Aksi jual besar-besaran pada awal perdagangan memicu pemutus sirkuit yang jarang digunakan, dan perdagangan dihentikan selama 15 menit Ilustrasi Bursa Saham

Jakarta, Katakini.com - Di tengah kecemasan perang harga minyak dunia, membuat Wall Street ditutup anjlok nilai perdagangannya dari 2.000 point pada sesi penutupan kemarin. Tak hanya itu, juga disebabkan perlambatan ekonomi akibat penyebaran virus corona.

Kemudian, Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 2.013,76 poin atau 7,79 persen, menjadi ditutup di 23.851,02 poin. Indeks S&P 500 jatuh 225,81 poin atau 7,60 persen, menjadi berakhir di 2.746,56 poin.

Indeks Komposit Nasdaq terperosok 624,94 poin atau 7,29 persen, menjadi ditutup di 7.950,68 poin. Ketiga indeks utama mencatat penurunan harian terburuk dalam beberapa tahun terakhir.

Semua 11 sektor utama S&P 500 berakhir lebih rendah, dengan sektor energi terperosok sekitar 20 persen, mewakili kelompok berkinerja terburuk.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

Aksi jual besar-besaran pada awal perdagangan memicu pemutus sirkuit yang jarang digunakan, dan perdagangan dihentikan selama 15 menit, beberapa menit setelah pembukaan perdagangan Senin (9/3).

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

Indeks Volatilitas CBOE, yang secara luas dianggap sebagai pengukur ketakutan terbaik di pasar saham, melonjak 29,85 persen menjadi 54,46.

"Aset-aset berisiko merosot dan safe haven melonjak pada Senin (9/3) karena jatuhnya harga minyak menambah kompleksitas yang dihadapi investor global yang bergulat dengan penyebaran COVID-19," analis di UBS mengatakan dalam sebuah catatan pada Senin (9/3) yang dilansir Antara.

Baca juga :
Mengenal Enam Rukun Haji yang Wajib Dipenuhi agar Ibadah Sah

Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman April jatuh 10,15 dolar AS atau sekitar 24,6 persen, menjadi 31,13 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange, sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Mei merosot 10,91 dolar AS atau 24,1 persen, ditutup pada 34,36 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange. Kedua acuan minyak mencatat hari terburuk mereka sejak 1991.

Investor terus mencari aset-aset yang lebih aman. Imbal hasil pada obligasi pemerintah AS bertenor 10-tahun turun di bawah 0,5 persen, mencapai rekor terendah. Imbal hasil bergerak terbalik dengan harga.

Arab Saudi mengumumkan diskon besar-besaran terhadap harga jual minyak resminya untuk April selama akhir pekan, dan dilaporkan siap untuk meningkatkan produksinya di atas level 10 juta barel per hari.

Langkah itu dilakukan setelah Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) gagal mencapai kesepakatan dengan sekutunya, yang dipimpin oleh Rusia, tentang pengurangan produksi minyak akhir pekan lalu.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Perdagangan Saham Dow Jones Wall Street