Iran: Ini Bukan Kesepakatan tapi Penipuan

| Senin, 10/02/2020 19:33 WIB


Setelah memilih merahasiakannya  poin kesepakatan abadi ini selama bertahun-tahun, Trump akhirnya mengumumkan secara garis besar di Gedung Putih pada 28 Januari 2019. Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ayatollah Sayyid Ali Khamenei memberi isyarat saat pertemuan dengan ratusan siswa terbaik di Teheran, 9 Oktober 2019. (Foto oleh Khamenei.ir)

Teheran, Katakini.com - Penasihat senior untuk Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, mengatakan, apa yang disebut sebagai "kesepakatan abad ini" Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bukanlah kesepakatan, tetapi sebuah penipuan.

"Ini bukan kesepakatan, tetapi penipuan dan pengkhianatan," kata Ali Akbar Velayati dalam sebuah forum yang diadakan di Teheran menjelang peringatan 41 tahun Revolusi Islam Iran pada Senin (10/2).

Setelah memilih merahasiakannya  poin kesepakatan abadi ini selama bertahun-tahun, Trump akhirnya mengumumkan secara garis besar di Gedung Putih pada 28 Januari 2019.

Kesepakatan tersebut di antaranya mengakui pencaplokan pemukiman yang telah dibangun secara ilegal oleh Israel di Tepi Barat sejak menduduki wilayah Palestina pada tahun 1967.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

Skema ini juga mendukung pengakuan AS atas Yerusalem al-Quds di Tepi Barat sebagai "ibu kota" Israel, meskipun Palestina menginginkan pendudukan suci bagian timur kota sebagai ibukota negara masa depan mereka.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

Pengumuman kesepakatan abad ini yang dihadiri Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak satu pun dihadiri perwakilan Palestina yang dengan bulat-bulat menolak rencana tersebut.

Velayati mengatakan, Washington mengumumkan kesepakatan tersebut setelah gerakan perlawanan regional menggagalkan semua rencana AS dan Israel.

Baca juga :
Mengenal Enam Rukun Haji yang Wajib Dipenuhi agar Ibadah Sah

Ia mengatakan, rencana tersebut ditakdirkan untuk gagal karena menginjak-injak hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri. "Ini adalah halaman sejarah tercemar lainnya, yang akan ditutup oleh rahmat dan bantuan Tuhan Yang Maha Esa," katanya.

Velayati mengulangi solusi Ayatollah Khamenei untuk masalah Palestina, dengan mengatakan bahwa satu-satunya jalan keluar politik dan demokratis dari situasi saat ini terdiri dari referendum yang diambil oleh semua rakyat Palestina. (Press TV)

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Ayatollah Seyyed Ali Khamenei Donald Trump Ali Akbar Velay