Ini Alasan Virus Corona Belum Jadi Darurat Global

| Senin, 27/01/2020 21:31 WIB


Angka kematian yang dimunculkan oleh N-CoV hanya kurang dari 4% dan ada beberapa kasus pasien positif terinfeksi virus ini bisa sembuh total. Virus Corona (Foto: CNN)

Jakarta, Katakini.com - Kementerian Kesehatan menyatakan, persebaran virus corona belum bisa ditetapkan sebagai kondisi darurat global, karena masih membutuhkan konfirmasi dari seluruh dunia.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Achmad Yurianto mengatakan, sebelum terjadinya penyebaran virus korona terbaru Novel Coronavirus (N-CoV), pernah terjadi penyebaran yang cukup berbahaya, yakni Sars Coronavirus dan Mers Coronavirus.

Achmad mengatakan, angka kematian yang dimunculkan oleh N-CoV hanya kurang dari 4% dan ada beberapa kasus pasien positif terinfeksi virus ini bisa sembuh total.

"Angka kematian ini lebih kecil dari dua virus korona lainnya seperti Sars dengan angka kematian hampir 60% kemudian Mers dengan angka kematian 40%," ujar Yurianto di Jakarta, Senin (27/1).

Baca juga :
Hukum Berpindah Mazhab dalam Pandangan Fikih Islam

Selain itu, kata Yurianto, rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah dijalankan China untuk melakukan pembatasan ketat bagi wilayah-wilayah di sekitar Wuhan sebagai tempat awal ditemukannya virus ini.

Baca juga :
Berbagi Harta Bukannya Berkurang Malah Bertambah

Yurianto menambahkan, pemerintah China juga sudah mengisolasi Wuhan yang dinyatakan sebagai wilayah tertutup.

"Kemudian, WHO mengharuskan pemerintah China untuk melakukan screening ketat terhadap semua pergerakan orang, entah itu warga China atau asing yang akan keluar dari China melalui pemeriksaan kesehatan untuk memastikan bahwa tidak ada penderita yang keluar China," jelas Yurianto.

Baca juga :
Inilah Jalur Masuknya Islam ke Nusantara

Yurianto melanjutkan, WHO juga sudah mengharuskan China melakukan pengawasan ketat terhadap pergerakan orang yang berasal dari China yang akan memasuki wilayah Wuhan.

Saat ini, virus yang menyerupai Sindrom Pernapasan Akut Berat (SARS) juga sudah menyebar ke Jepang, Korea Utara, Korea Selatan, Thailand, AS, Singapura, Prancis, Malaysia, Nepal, Australia, Kanada dan Vietnam. (Anadolu)

 

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Kementerian Kesehatan Virus Corona Negara Asia