Demo Tak Terbendum, Baghdad Berlakukan Jam Malam

Budi Wiryawan | Kamis, 03/10/2019 11:49 WIB


Perdana Menteri Irak Adel Abdul Mahdi pada Rabu malam menyatakan jam malam di Baghdad sampai pemberitahuan lebih lanjut setelah setidaknya sembilan orang tewas Demonstran Baghdad berhadapan dengan tembakan gas air mata dari pihak keamanan (foto: Israelnational)

Jakarta - Perdana Menteri Irak Adel Abdul Mahdi pada Rabu malam menyatakan jam malam di Baghdad sampai pemberitahuan lebih lanjut setelah setidaknya sembilan orang tewas dan lebih dari 400 lainnya terluka dalam dua hari protes anti-pemerintah nasional.

Jam malam diberlakukan sebelumnya di tiga kota selatan sementara pasukan elit anti-terorisme menembaki demonstran yang mencoba menyerbu bandara Baghdad dan dikerahkan ke kota selatan Nassiriya setelah tembak-menembak terjadi antara pengunjuk rasa dan pasukan keamanan.

"Semua kendaraan dan individu dilarang bergerak di Baghdad pada pukul 5:00 pagi hari ini, Kamis, dan sampai pemberitahuan lebih lanjut," kata Abdul Mahdi dalam sebuah pernyataan tertulis dikutip Israelnasional.

Namun para pelancong ke dan dari bandara Baghdad, ambulans, pegawai pemerintah di rumah sakit, listrik, dan departemen air, dan peziarah religius dibebaskan dari jam malam.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

Jam malam diberlakukan di Nassiriya, Amara dan Hilla sebagai buah dari aksi protes yang dimulai pada Selasa karena pengangguran, korupsi dan layanan publik yang buruk meningkat.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

Tuntutan pada hari Rabu termasuk "jatuhnya rezim" dan pengunjuk rasa mengepung gedung-gedung pemerintah dan partai politik di dua provinsi selatan lainnya.

Slogan, "rakyat menuntut jatuhnya rezim," dipopulerkan selama pemberontakan 2011 yang dikenal sebagai "Musim Semi Arab".

Baca juga :
Mengenal Enam Rukun Haji yang Wajib Dipenuhi agar Ibadah Sah

Lima orang tewas pada hari Rabu dan lebih dari 200 orang terluka dalam bentrokan baru di seluruh negeri, tampilan kemarahan publik terbesar terhadap pemerintah Abdul Mahdi yang telah berusia setahun.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Demonstran Irak Korban Tewas Jam Malam