Dokter Hewan Miliki Potensi Bunuh Diri Tinggi

| Senin, 09/09/2019 14:33 WIB


profesi dokter hewan, teknisi dan teknologi kedokteran hewan memiliki potensi bunuh diri lebih tinggi dibanding profesi lainnya. ilustrasi dokter hewan (foto: UPI)

Sebuah penelitian yang diterbitkan minggu ini dalam Journal of American Veterinary Medical Association menemukan, profesi dokter hewan, teknisi dan teknologi kedokteran hewan memiliki potensi bunuh diri lebih tinggi dibanding profesi lainnya.

Dalam penelitian itu menyebutkan, resiko melakukan bunuh diri adalah 2,4 kali untuk dokter perempuan dan 1,6 kali untuk dokter pria dibanding orang-orang yang bekerja di bidang lainnya.

"Berdasarkan temuan penelitian, penting untuk memastikan kegiatan pencegahan bunuh diri ditujukan pada teknisi hewan dan dokter hewan,” bunyi penelitian itu dilansir UPI, Senin (09/09).

 "Selain itu, hasilnya menunjukkan kemungkinan bunuh diri lebih tinggi di antara dokter hewan dibandingkan dengan populasi umum mungkin disebabkan oleh akses pentobarbital (obat perlambat aktivitas otak),” tambahnya.

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

Penelitian itu menemukan dalam sebagian besar kematian ini, para dokter hewan mengkonsumsi obat eutanasia hewan yang disebut pentobarbital.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

Studi ini menganalisis kematian akibat bunuh diri dari 197 profesional veteriner dan 5 mahasiswa veteriner menggunakan data dari Sistem Pelaporan Kematian Kekerasan Nasional. Para peneliti juga memasukkan kematian yang tidak ditentukan yang bisa salah diidentifikasi sebagai bunuh diri.

Tingkat bunuh diri untuk teknisi dan teknisi kedokteran hewan laki-laki lima kali lebih tinggi untuk pria dan 2,3 kali lebih tinggi untuk wanita daripada rata-rata warga negara AS. Banyak dari kematian itu akibat overdosis opioid bunuh diri.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

Namun, kurang dari 20 kematian akibat bunuh diri pada pria dapat dipastikan untuk teknisi dan teknologi pria, yang mengarahkan para peneliti untuk mengingatkan keandalan statistik yang didasarkan pada jumlah yang kecil.

"Penting juga untuk mempertimbangkan apakah meningkatkan kontrol administratif untuk zat lain yang dapat digunakan untuk bunuh diri, seperti opioid, harus dilakukan bersamaan dengan peningkatan kontrol administratif untuk pentobarbital," tulis para peneliti.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Bunuh Diri Dokter Hewan Hasil Penelitian