PM Inggris: Lebih Baik Mati Ketimbang Tunda Brexit

| Jum'at, 06/09/2019 09:19 WIB


Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan akan memilih mati daripada menunda Brexit  Boris Johnson mengundurkan diri dari jabatannya sebagai menteri luar negeri Inggris

Jakarta - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan akan memilih mati daripada menunda Brexit setelah bulan depan, ketika ia mendesak anggota parlemen oposisi yang menentang rencananya untuk mendukung pemilihan awal.

Anggota parlemen di House of Commons minggu ini mengesahkan RUU yang bisa menghentikan Johnson membawa Inggris keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan perceraian dengan Brussels.

Selain itu, mereka juga menolak seruannya untuk pemilihan cepat untuk menyelesaikan kebuntuan politik yang telah menandai tiga tahun terakhir sejak referendum untuk Brexit.

Dalam sebuah pidato di Inggris utara, Johnson mengatakan "Saya lebih baik mati di selokan" daripada meminta penundaan keterlambatan Brexit kepada UE.

Baca juga :
Membedakan Ibadah dan Adat dalam Tradisi Keagamaan Indonesia

"Kita harus keluar dari UE pada 31 Oktober," kata pemimpin Konservatif, hanya beberapa jam setelah menderita pukulan baru dengan pengunduran diri saudaranya dari pemerintah dilansir The Time.

Baca juga :
Hukum Doa Bersama Setelah Pengajian Menurut Syariat Islam

Pidato itu, di akademi kepolisian di kota Wakefield, pada akhirnya dirusak oleh jatuhnya seorang kadet polisi yang berdiri di belakangnya.

Acara itu dimaksudkan sebagai langkah pertama kampanye pemilihan umum, sebelum para anggota parlemen menolak pemilihan dalam Rabu malam.

Baca juga :
Lima Novel Karya Anak Bangsa yang Pas Dibaca di Akhir Pekan

Pemungutan suara meninggalkan Johnson dalam limbo, rencananya Brexit compang-camping tetapi tanpa jalan keluar setelah mayoritas parlementernya dihancurkan oleh pemberontakan partai Konservatif atas masalah ini.

Akibatnya, pemerintahnya mengumumkan akan mencoba lagi untuk memaksa pemilihan dengan suara House of Commons pada hari Senin, dan dia menantang partai oposisi Partai Buruh untuk mendukungnya.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
PM Inggris Kesepakatan Brexit Boris Johnson