Izin Ekspor Dipermudah, Eksportir Dracaena: Kami Sudah Merasakan

Rizki Ramadhani | Jum'at, 02/08/2019 17:58 WIB


Dulu sekitar delapan Minggu, sekarang cukup tiga jam, dengan catatan, administrasinya sudah komplit. Eksportir Frotikultura, Anas Anis di sela ekspor dracaena di Alamanda, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (2/8).

Sukabumi, Etoday.com - Eksportir Frotikultura, Anas Anis sudah merasakan kemudahan mengurus izin ekspor. Hal itu disampaikan di sela ekspor dracaena di Alamanda, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (2/8).

"Nah, ini yang harus ditangkap juga masyarakat dan pelaku eksportir, jangan ragu, sesuai arahan Pak Menteri (Andi Amran Sulaiman), jika ada eskportir yang ingin terjun ke dunia usaha akan dibentangkan karpet merah," ujar Anas Anis.

Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong investasi dan mempermudah proses pelayanan izin pengeluaran ekspor.  Hal ini dilakukan dalam upaya meningkatkan volume ekspor tanaman hias.

"Dulu sekitar delapan Minggu, sekarang cukup tiga jam, dengan catatan, administrasinya sudah komplit," ungkap Anas Anis.

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

Anas Anis menceritakan pernah suatu ketika mengalami hambatan melakukan ekspor ke Belanda. Namun, setelah dilaporkan ke pemerintah, Kementan langsung merespon dengan cepat. "Malam Jumat gangguan, paginya sudah beres," kisahnya.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

"Jadi, Kementan sangat mendukung. Kementan akan selalu hadir membantu para eskportir untuk mengawal bahwa eskpor berjalan dengan lancar," sambungnya.

Selain itu, kata Anas Anis, pemerintah juga telah memberikan banyak bantuan untuk kelompok tani, misalnya bimbingan teknis, bantuan green house, packaging house dan mobil operasional.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

Sekadar diketahui, Sukabumi merupakan sentra tanaman hias, seperti krisan, sedapmalam, daun potong dan dracaena. Dracaena (D. Sanderiana), merupakan komoditas andalan Sukabumi untuk mendatangkan devisa.

Saat ini luas pertanaman dracaena di Sukabumi, khusus Poktan Alamanda sekitar 6 hektare, yang hanya mampu menyediakan permintaan dracaena sebesar 1 konteiner 20 feet per bulan atau Rp250 juta.

Padahal permintaan pasar dracaena sekitar 5 kontainer per bulan, terutama dari Uni Emirat Arab seperti Oman, Bahrain, Qatar, India dan Rusia.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Dracaena Anas Anis