Ekspor Dracaena ke Timur Tengah, Kementan: Permintaan Masih Terbuka

| Jum'at, 02/08/2019 15:57 WIB


Saat ini ekspor tanaman hias mengalami peningkatan 17 persen. Direktur Buah dan Frotikultura, Kementerian Pertanian (Kementan), Liferdi Lukman di sela ekspor dracaena di Alamanda, Sukabumi, Jawa Barat (2/8).

Sukabumi, Etoday.com - Direktur Buah dan Frotikultura, Kementerian Pertanian (Kementan), Liferdi Lukman, melepas ekspor dracaena atau bambu rezeki sebanyak 1,3 ton masing-masing ke Oman dan Rusia.

"Sesuai dengan arahan Bapak Menteri (Andi Amran Sulaiman), sekarang ini kami didorong meningkatkan ekspor komoditi hortikultura, baik buah-buahan, sayuran dan tanaman hias," ujar Liferdi di sela ekspor dracaena di Alamanda, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (2/8).

Saat ini ekspor tanaman hias mengalami peningkatan 17 persen. Namun, angka tersebut terbilang masih sedikit karena pasarnya masih sangat terbuka di beberapa negara tetangga.

Pertanaman dracaena di Sukabumi saat ini sekitar enam hektare di bawah binaan Poktan Alamanda yang hanya mampu menyediakan permintaan importir sebesar 1 konteiner 20 feet per bulan, atau dengan volume 18 ton dengan nilai rata-rata Rp250 juta per bulan.

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

"Permintaan dracaena sekitar lima kontainer per bulan, kami hanya mampu menyediakan satu kontainer. Permintaan terutama dari Uni Emirat Arab seperti Oman, Bahrain, Qatar, India dan Rusia," jelas Liferdi.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

Secara keseluruhan ekspor dracaena sebanyak 35 kontainer per bulan dari 17 eksportir yang tersebar di salah satu kota dengan luas wilayah terkecil di Jawa Barat.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

Liferdi mengatakan, Indonesia memiliki peluang melakukan gekspor dracaena ke Belanda, karena memiliki keunggulan dalam variasi rangkaiannya dibanding negara kompetitornya yaitu Thailand dan China.

Namun agar dapat mengekspor ke Belanda, kata Liferdi, perlu jaminan kontinuitas pasokan, sehingga minimal perlu tersedia 30 hektare pertanaman dengan penerapan teknik budidaya yang baik dan benar.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Sukabumi Timur Tengah Dracaena Liferdi Lukman