Kementan Fokus Tiga Komoditas untuk Kembalikan Kejayaan Rempah

| Rabu, 01/05/2019 05:48 WIB


Salah satu alasan Uni Eropa datang Indonesia, khususnya ke Maluku adalah rempah. Direktur Jenderal Perkebunan, Kasdi Subagyono di sela pelepasan ekspor pala organik di Maluku, Selasa 30 April 2019(Foto: Supi/ JURNAS)

Ambon, Etoday.com - Kementerian Pertanian (Kementan) bertekad untuk mengembalikan kejayaan rempah Indonesia melalui tiga komoditas unggulan, yaitu pala, lada dan cengkeh.

Direktur Jenderal Perkebunan, Kasdi Subagyono mengatakan, salah satu alasan Uni Eropa datang Indonesia, khususnya ke Maluku adalah rempah.

"Saat itu kita memiliki kejayaan, baik dari perspektif produksi dan sebaran. Sehingga kita memiliki produksi yang luar biasa dan potensi pengembangannya pun luar biasa," ungkap Kasdi di sela launching ekspor pala organik di Lapangan Apel Mako Lantamal IX Ambon, Selasa (30/4).

Namun dalam beberapa bulan terakhir, lanjut Kasdi, produksi dan sebaran rempah sedikit mengalami tren penurunan, baik dari perspektif, sebaran dan pasarnya. Sehingga kejayaannya pun menurun.

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

"Itulah makna mengembalikan kejayaan rempah," jelas Kasdi.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

Ada banyak rempah di Indonesia, namun jika semuanya dilaksanakan tahun ini, maka hasilnya tidak maksimal atau tidak menendang. Karena itu, pemerintah fokus di tiga komoditas rempah untuk dikembalikan kejayaannya.

Menurut Kasdi, produktivitas rata-rata rempah nasional saat ini tidak lebih dari setengah ton atau 0, 4 ton per hektare. Produktivitas itu terbilang rendah. Namun, masih bisa dikembangkan, baik dari perspektif benih maupun dari perspektif produktivitas.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

"Alhamdulilla, Litbang kita telah memberikan terobon dalam melahirkan varietas baru yang produktivitasnya dua hingga tiga kali lipat. Nah kalau saya tadi bilang 0,4 ton per hektare, maka kita mentargetkan menjadi 1,2 hingga 1,3 ton per hektare dan itu kita sudah punya benihnya," jelas Kasdi.

Kementan merancang program penyediaan benih unggul dan bermutu melalui Program Bun500 atau 500 juta batang selama enam tahun ke depan.

Komoditas tersebut adalah kakao, kopi, kelapa dalam, karet, pala, cengkih dan lada. Khusus untuk tahun ini seperti dikatakan tadi kementan fokus pada tiga komoditas, lada, pala dan cengkeh.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Bun500 Kasdi Subagyono Pala Maluku