Waskita: Insiden Becakayu Bukan Human Eror

| Rabu, 21/02/2018 09:36 WIB


Kecelakaan konstruksi Tol Becakayu yang terjadi pada Selasa (20/2) dini hari bukan karena kesalahan faktor manusia (human error). PT Waskita Karya (Persero)

JAKARTA (ETODAY) - PT Waskita Karya (Persero) selaku kontraktor proyek tol Becakayu menyatakan, insiden robohnya tiang girder pada Selasa (20/2) dini hari bukan karena kesalahan pekerja atau human eror. Meski demikian, korporasi masih menunggu hasil investigasi dari Tim Komite Keselamatan Kerja.

Kepala Divisi III Waskita Karya Dono Parwoto mengatakan kecelakaan konstruksi Tol Becakayu yang terjadi pada Selasa (20/2) dini hari pukul 03.00 tersebut bukan karena kesalahan faktor manusia (human error).

Waskita Karya pun saat ini masih menunggu hasil investigasi dari Tim Komite Keselamatan Kerja dan Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR serta pihak kepolisian untuk mengetahui secara pasti penyebab merosotnya bekisting pier head saat dilakukan pengecoran.

"Menurut saya bukan human error. Ini kan kalU berkali-kali kejadiannya beda. Yang dulu karena tiang girder jatuh, ini kan pier headnya merosot. Ini masukan apa yang kita cari, penyebabnya apa," kata Dono di Jakarta, Selasa (20/2).

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000
Ia menambahkan untuk memastikan nihilnya kecelakaan konstruksi (zero accident), Waskita Karya mengaku memiliki sistem Kesehatan dan keselamatan Kerja (K3) dan komitmen keselamatan (safety commitment). Selain itu, pekerjaan konstruksi direncanakan secara rinci dan dilakukan supervisi untuk memastikan kecelakaan konstruksi tidak terulang.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban
"Pengawasan dalam pekerjaan juga diawasi oleh konsultan supervisi sehingga kita bekerja tidak sendirian. Artinya bukan kontraktor sendiri karena setiap melakukan pekerjaan pasti ada `request`," papar dia.

Waskita juga tengah mengkaji rencana penambahan waktu kerja (shift) para pekerja untuk mencegah terulangnya kecelakaan konstruksi sebagaimana terjadi pada proyek Tol Becakayu.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT
Menurut Dono saat ini Waskita menerapkan dua shift selama delapan jam kerja serta waktu lembur tiga sampai empat jam yang dimulai pada pukul 16.00 WIB.

"Kemarin ada dua `shift`, namun sekarang kita kaji apakah perlu menjadi tiga `shift`. Dari jam 4 sore, lalu istirahat kemudian lembur. Shift kedua dimulai jam 8 malam malam sampai pagi, karena pengeciran beton itu tidak boleh berhenti," kata Dono.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
PT Waskita Karya (Persero) Tol Becakayu