Bagaimana Potret Properti Asia 2018? Ini Prediksinya

| Sabtu, 13/01/2018 09:49 WIB


Di samping tingkat suku bunga riil, laju permintaan juga menjadi ukuran proyeksi tersebut. Ilustrasi

JAKARTA (ETODAY) - Pasar properti Asia pada 2018 diprediksi masih sangat menggembirakan. Tingginya permintaan serta desakan pasokan yang berkualitas menjadi sebagian faktor yang bakal menghangatkan industri properti Asia.

Prediksi tersebut mengemuka dalam proyeksi pasar properti Asia 2018 yang diluncurkan oleh Konsultan properti Colliers International. Di samping tingkat suku bunga riil, laju permintaan juga menjadi ukuran proyeksi tersebut.

Andrew Haskins, Kepala Riset Asia Pasifik di Colliers International mengatakan, harga sewa akan meningkat pada 2018 di Hong Kong, Singapura dan kota-kota berbasis teknologi di India, serta kota-kota besar di China. Harga sewa, menurut Andrew, harus tetap stabil atau turun sedikit karena munculnya pasokan baru.

Berikut 10 Prediksi Properti Asia 2018, seperti dikutip dari siaran pers Collier International yang diterima di Jakarta, Jumat (12/1):

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban
1. Pertumbuhan ekonomi perusahaan dan suku bunga riil rendah yang terus berlanjut akan terus mendorong pasar investasi. Sementera itu tingkat suku bunga yang akan meningkat pada 2018-2019 hanya berdampak yang kecil pada pasar properti.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT
2. Sejalan dengan pertumbuhan perusahaan dan tingkat suku bunga riil yang rendah, volume investasi properti di Asia akan tetap kuat dan imbal hasil mungkin akan menyusut lebih jauh lagi. Risiko utama untuk pandangan ini bukanlah permintaan atau ketersediaan modal yang lemah, namun kekurangan properti berkualitas tinggi yang tersedia untuk dijual.

3. Sewa kantor di pusat-pusat lokasi utama akan terus meningkat atau tetap stabil pada 2018.

Baca juga :
Mengenal Enam Rukun Haji yang Wajib Dipenuhi agar Ibadah Sah
4. Area kerja yang fleksibel akan memperkuat permintaan leasing kantor baru, terutama di Hong Kong, Singapura dan Kota Tier 1 & 2 di China. Diharapkan situasi serupa juga terjadi di India, Jakarta dan Bangkok.

5. Perusahaan teknologi akan memperkuat kehadiran mereka di CBD dan CBD pinggiran kota-kota besar Asia.

6. Aliran perdagangan dan e-commerce yang lebih tinggi akan terus mendorong properti industri dan logistik di China, Hong Kong, Singapura dan India.

7. Pasar industri akan menguat di Shanghai dan Singapura, dan lepas landas dalam beberapa tahun ke depan.

8. Ritel sewa properti akan pulih di Hong Kong setelah beberapa tahun lemah.

9. Harga properti residensial akan naik di Hong Kong dan Singapura. Permintaan perusahaan, terbatasnya penawaran, tingkat bunga riil negatif yang terus-menerus dan upaya promosi oleh pengembang di pasar perdana mendukung harga di Hong Kong. Sedangkan di Singapura, gelombang penjualan kolektif akan terus meningkat hingga 2018 dan memasuki 2019.

10. Risiko terbesar terhadap pasar properti di Asia adalah penurunan keuangan global atau regional yang didorong oleh valuasi ekuitas yang tinggi. Resiko lainnya adalah penggantian peran manusia oleh kecerdasan buatan di dalam perusahaan besar, yang akan mengurangi permintaan ruang sewa.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Properti Asia Pasar Properti