Singapura Bongkar Skandal Pencurian Minyak Shell

| Kamis, 11/01/2018 17:18 WIB


Penyelidikan dimulai setelah Shell menghubungi pihak berwenang pada Agustus 2017, kata polisi dalam sebuah rilis berita. Ilustrasi Kilang Minyak

Jakarta - Sebelas pria didakwa di sebuah pengadilan di Singapura pada Selasa (9/1) sehubungan dengan pencurian minyak skala besar di kilang minyak terbesar Shell. Sementara itu polisi mengatakan bahwa mereka menyelidiki enam orang lainnya yang ditangkap dalam serangan akhir pekan.

Polisi di negara kepulauan tersebut mengatakan pada Selasa mereka telah menahan 17 pria, yang usianya berkisar antara 30 sampai 63. Saat penangkapan, polisi juga  menyita uang jutaan dolar dan sebuah kapal tanker kecil dalam penyelidikan terhadap pencurian di lokasi industri Pulau Bukom, yang berada di selatan dari pulau utama Singapura.

Penyulingan dan pengiriman minyak telah memberikan kontribusi signifikan terhadap kekayaan Singapura selama beberapa dekade terakhir. Namun kasus tersebut menggarisbawahi tantangan yang dihadapi industri di kawasan yang telah menjadi hotspot bagi perdagangan minyak ilegal itu.

Seperti dikutip dari reuters, penyelidikan dimulai setelah Shell menghubungi pihak berwenang pada Agustus 2017, kata polisi dalam sebuah rilis berita.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban
Setelah "penyelidikan yang ekstensif," Departemen Investigasi Kriminal, Departemen Intelijen Intelijen dan Penjaga Pantai Kepolisian meluncurkan serangkaian serangan serentak di Singapura, yang menyebabkan penangkapan tersebut.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT
Sembilan orang Singapura segera dikenai pasal pencurian, dimana delapan diantaranya adalah karyawan anak perusahaan Royal Dutch Shell Plc Singapura. Hal itu ditunjukkan dalam dokumen pengadilann. Dua warga Vietnam didakwa menerima barang curian di sebuah kapal tanker kecil bernama Perdana Selatan.

Shell mengkonfirmasi pada hari Selasa bahwa delapan dari 11 orang yang dikenakan adalah karyawan saat ini atau mantan karyawan Shell Eastern Petroleum (Pte) Ltd.

Baca juga :
Mengenal Enam Rukun Haji yang Wajib Dipenuhi agar Ibadah Sah
Pengiriman data dari Thomson Reuters Eikon menunjukkan Perdana Selatan telah mengirimkan bahan bakar antara Ho Chi Minh City, Vietnam, dan Singapura selama 30 hari terakhir.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Singapura Pencurian Minyak Shell