Cetak Sejarah Kepausan, Paus Leo Ikut Pemilu AS

Agus Mughni Muttaqin | Jum'at, 30/10/2026 23:59 WIB


Paus Leo XIV menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan paruh waktu atau midterm elections Amerika Serikat Paus Leo XIV (FOTO: GETTY IMAGE)

JAKARTA - Paus Leo XIV menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan paruh waktu atau midterm elections Amerika Serikat. Langkah ini dilaporkan menjadi peristiwa bersejarah karena ia disebut sebagai paus pertama yang masih menjabat dan memberikan suara dalam pemilu demokratis di negara sekuler.

Vatikan mengumumkan pada Jumat bahwa Leo XIV telah mengirimkan surat suara melalui pos dari Chicago, Amerika Serikat. Sebagai paus pertama yang berasal dari Negeri Paman Sam, Leo tetap berstatus warga negara AS dan memiliki hak untuk berpartisipasi dalam pemilu.

“Bapa Suci telah menyerahkan surat suara melalui pos di Chicago,” demikian pernyataan Vatikan.

Vatikan juga menegaskan bahwa keputusan Leo menggunakan hak pilih didasarkan pada keyakinannya terhadap pentingnya partisipasi masyarakat dalam proses demokrasi.

Baca juga :
Apa Bedanya Salat Jamak Taqdim dan Takhir?

“Bapa Suci menyampaikan keyakinannya bahwa warga negara memiliki hak sekaligus kewajiban untuk berpartisipasi dalam proses demokrasi,” lanjut pernyataan tersebut.

Baca juga :
5 Destinasi Wisata Sejarah di Jogja yang Wajib Dikunjungi

Partisipasi Leo XIV menarik perhatian karena belum diketahui adanya paus sebelumnya yang pernah memberikan suara dalam pemilihan demokratis. Sejarawan Inggris sekaligus pakar kepausan, Michael Walsh, menilai langkah tersebut kemungkinan belum pernah terjadi dalam sejarah Gereja Katolik.

“Saya kira belum pernah ada paus yang memberikan suara dalam pemilihan demokratis sebelumnya,” kata Walsh kepada CNN.

Baca juga :
Rerie Minta Suara Penyandang Disabilitas Masuk Proses Legislasi

Berdasarkan catatan pemilih, Leo terdaftar sebagai pemilih di New Lenox, kawasan pinggiran Chicago tempat saudaranya, John, tinggal. Ia menggunakan mekanisme pemungutan suara melalui pos atau mail-in ballot, yang lazim diterapkan dalam pemilu AS sesuai ketentuan masing-masing negara bagian.

Sebelum terpilih sebagai paus pada Mei 2025, Leo yang lahir dengan nama Robert Francis Prevost tercatat pernah mengikuti pemilihan pendahuluan Partai Republik maupun Partai Demokrat. Ia juga memberikan suara dalam pemilihan presiden AS 2024.

Sejak menjabat sebagai pemimpin Gereja Katolik, Leo XIV konsisten mendorong keterlibatan masyarakat dalam kehidupan kewarganegaraan. Ia, antara lain, menyerukan masyarakat untuk menyuarakan pandangan terkait perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.

Leo juga pernah berbeda pandangan secara terbuka dengan pemerintahan Presiden Donald Trump mengenai penanganan konflik tersebut serta kebijakan imigrasi yang lebih ketat.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Paus Leo XIV Pemilu AS Paus Amerika Serikat Sejarah Kepausan