
Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh. Foto: dpr
JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh berharap pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan dapat memperkuat hubungan bilateral sekaligus memastikan kepentingan ekonomi Indonesia tetap terlindungi.
Menurut Oleh, kerja sama Indonesia-Singapura harus dibangun berdasarkan prinsip saling menguntungkan, terutama dalam perdagangan dan pemanfaatan sumber daya alam. Ia menilai pertemuan kedua pihak menjadi momentum untuk mendorong agar kekayaan alam Indonesia memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
“Kami memandang pertemuan bilateral tersebut cukup positif demi kemajuan kedua belah pihak. DPR berharap pertemuan ini menjadi sebuah hal yang positif ke depan. Kedua negara harus sama-sama menguntungkan, tidak lagi merugikan,” kata Oleh di Jakarta, Kamis (29/10).
Politikus PKB itu menekankan, pengelolaan sumber daya alam harus tetap berpedoman pada Pasal 33 UUD 1945. Konstitusi mengamanatkan agar bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
Oleh menilai, prinsip tersebut perlu tercermin dalam kebijakan ekspor dan perdagangan internasional. Indonesia, kata dia, harus mampu memperoleh nilai ekonomi yang optimal dari komoditas yang dihasilkan, bukan sekadar menjadi pemasok bahan mentah bagi negara lain.
Ia menyoroti praktik perdagangan sejumlah komoditas, termasuk minyak kelapa sawit, yang menurutnya diekspor ke Singapura sebelum dipasarkan kembali ke negara tujuan lain. Pola perdagangan melalui perantara tersebut perlu menjadi perhatian agar nilai tambah dan keuntungan ekonomi tidak lebih banyak dinikmati pihak lain.
Karena itu, Oleh berharap pemerintah dapat merumuskan skema perdagangan yang lebih menguntungkan Indonesia, termasuk mendorong ekspor langsung ke negara tujuan tanpa bergantung pada pihak ketiga.“Oleh sebab itu, mudah-mudahan ke depan ada formulasi yang disepakati. Singapura dapat memahami soal kebijakan Pak Presiden dan Pak Presiden juga terus komitmen untuk kedaulatan energi di Indonesia,” ujarnya.
Oleh juga berharap komunikasi antara kedua negara dapat memperkuat dukungan terhadap kebijakan Indonesia dalam menjaga kedaulatan energi dan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya nasional.
Sebelumnya, Presiden Prabowo menerima Vivian Balakrishnan di kediaman pribadinya di Hambalang, Jawa Barat, Rabu (28/10). Pertemuan berlangsung tertutup setelah Menlu Singapura tersebut tiba di Jakarta dan mengajukan permohonan untuk bertemu dengan Presiden.
Sehari sebelumnya, Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir juga menggelar pertemuan bilateral dengan Vivian di Kementerian Luar Negeri, Jakarta. Salah satu isu yang dibahas adalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dampaknya turut dirasakan negara-negara tetangga.
Dalam pertemuan itu, Arrmanatha menegaskan bahwa penanganan karhutla menjadi salah satu prioritas pemerintah Indonesia.