Ingat Pentingnya Tabayyun Sebelum Sebar Berita di Medsos

Anggoro Aristo Priambodo | Kamis, 15/10/2026 19:01 WIB


Saring informasi sebelum membagikan kabar agar tidak menyebar fitnah. Ilustrasi media digital

Katakini.com - Kemudahan membagikan informasi di era digital kerap memicu godaan untuk menyebarkan berita tanpa memverifikasi kebenarannya.

Islam memberikan panduan yang sangat tegas agar setiap Muslim senantiasa melakukan tabayyun atau konfirmasi sebelum membagikan suatu kabar.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hujurat ayat 6, "Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpa suatu kaum dengan musibah tanpa mengetahui keradaannya."

Perintah memeriksa kebenaran informasi bertujuan untuk mencegah timbulnya kesalahpahaman dan perselisihan di tengah masyarakat.

Baca juga :
Karhutla Kalteng Masih Sulit Dipadamkan, Legislator Dorong Water Bombing Dimaksimalkan

Menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya berpotensi tergolong sebagai perbuatan dusta dan penyebaran fitnah.

Baca juga :
Zulhas Sebut Bantuan Pangan untuk 33,2 Juta Warga Disalurkan Lewat KDKMP

Rasulullah SAW memberikan peringatan keras melalui sabdanya, "Cukuplah seseorang dikatakan berdusta apabila ia menceritakan setiap apa yang ia dengar" (HR. Muslim).

Di ruang digital, satu unggahan kabar bohong dapat menyebar dalam hitungan detik dan merusak nama baik seseorang.

Baca juga :
Hadapi Tantangan Global, INACA Ajak Stakeholder Perkuat Industri Penerbangan Nasional

Al-Qur`an mengingatkan bahaya membicarakan sesuatu tanpa dasar ilmu sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-Isra ayat 36, "Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui pengetahuannya, karena pendengaran, penglihatan dan hati nurani semuanya akan diminta pertanggungjawaban."

Prinsip kehati-hatian dalam menerima berita adalah cermin kejernihan akal dan kematangan iman seorang mukmin.

Ketika menerima kabar yang meragukan, langkah terbaik yang diajarkan Islam adalah menahan diri dan tidak terburu-buru mengunggahnya.

Rasulullah SAW bersabda, "Sikap hati-hati itu datangnya dari Allah, sedangkan tergesa-gesa itu datangnya dari setan" (HR. Tirmidzi).

Media sosial seharusnya dimanfaatkan sebagai sarana menyebarkan kebaikan dan kebenaran, bukan tempat memproduksi prasangka.

Melakukan cek ulang terhadap fakta dan sumber berita merupakan wujud tanggung jawab moral kita di dunia digital.

Dengan membudayakan tradisi tabayyun, kita turut menjaga perdamaian dan keharmonisan di tengah kehidupan bermasyarakat.

Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita agar selalu bijak, jujur, dan teliti dalam mengolah setiap informasi.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
pentingnya tabayyun adab menyebar berita berita bohong