Bukan Sekadar Tradisi, Kirab Pusaka HUT ke-832 Trenggalek Doa bagi Masa Depan Rakyat

Aliyudin | Rabu, 02/09/2026 21:18 WIB


Berharap seluruh rangkaian Hari Jadi ke-832 dapat menjadi momentum memperkuat gotong royong dan optimisme masyaraka Kirab Pusaka Hari Jadi ke-832 Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Senin (31/8/2026). Foto: dpr/katakini

JAKARTA - Kirab pusaka tidak semata-mata menjadi perayaan atau ritual tahunan. Tradisi tersebut memiliki makna spiritual sebagai momentum untuk memanjatkan doa bagi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat Trenggalek, Jawa Timur.

Hal itu disampaikan Ketua TP PKK Kabupaten Trenggalek sekaligus Anggota DPR RI Dapil VII Jawa Timur, Novita Hardini, saat mengkuti prosesi Kirab Pusaka dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-832 Kabupaten Trenggalek, Senin (31/8/2026).

“Prosesi ini bukan hanya sebuah perayaan, tetapi juga langkah spiritual untuk membawa doa-doa agar Trenggalek dijauhkan dari marabahaya, bencana, kekeringan, dan kemiskinan,” kata Novita melalui keterangannya, Rabu (2/9/2026).

Novita mengapresiasi antusiasme masyarakat yang kembali memenuhi jalur kirab. Baginya, perjumpaan langsung dengan warga menjadi bagian penting dari makna peringatan hari jadi.

Baca juga :
Shahih Al-Bukhari Kitab Hadis Paling Otentik Dalam Islam

“Alhamdulillah, kali ini kita kembali melaksanakan adat untuk berkeliling dan menyapa masyarakat. Antusiasme warga luar biasa. Semoga energi ini menjadi kekuatan bersama untuk membangun Trenggalek,” katanya.

Baca juga :
Mengenal Tafsir Ibnu Katsir Rujukan Utama Memahami Al-Qur’an

Ia berharap seluruh rangkaian Hari Jadi ke-832 dapat menjadi momentum memperkuat gotong royong dan optimisme masyarakat dalam mewujudkan Trenggalek yang semakin sentosa, sejahtera, dan abadi.


Baca juga :
Gunung Sinabung Level III, Musa Rajekshah Imbau Masyarakat Waspada

Diboyong ke Titik Sejarah

Rangkaian prosesi kirab telah diawali dengan penjamasan atau penyucian pusaka dua hari sebelumnya. Pusaka Kabupaten Trenggalek kemudian menjalani prosesi bedol desa menuju Balai Desa Kamulan, lokasi Prasasti Kamulan yang menjadi salah satu penanda sejarah Hari Jadi Trenggalek.

Sementara itu, pusaka milik Bupati Trenggalek diboyong menuju Balai Desa Karangrejo, Kecamatan Kampak, sebelum selanjutnya dibawa kembali ke Pendopo Manggala Praja Nugraha.

Rangkaian tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi dan warisan budaya Trenggalek, sekaligus menghadirkan ruang refleksi agar peringatan hari jadi tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi momentum memperkuat persatuan dan semangat membangun daerah.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Kirab Pusaka HUT Trenggalek Novita Hardini