Macet 12 Kilometer, ASDP Terus Urai Kepadatan dan Operasikan Kapal Besar di Ketapang

Aliyudin | Rabu, 02/09/2026 20:18 WIB


Sebanyak 25 kapal berkapasitas besar dioperasikan pada lintasan Ketapang–Gilimanuk, termasuk dengan mengerahkan tiga kapal bantuan. Antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur. Foto: asdp/katakini

BANYUWANGI – Jalur menuju Pelabuhan Penyeberangan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, sempat mengalami kemacetan hingga 12 kilometer. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) berusaha mengurai kepadatan kendaraan memaksimalkan operasional kapal berkapasitas besar untuk mempercepat pergerakan kendaraan dan menjaga kelancaran layanan penyeberangan.

“Saat ini, kami memaksimalkan pengoperasian kapal berkapasitas besar, termasuk mengerahkan kapal bantuan, untuk mempercepat penguraian kepadatan. Kami juga akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan agar layanan pada lintasan ini semakin optimal dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat ke depannya,” ujar Direktur Utama ASDP Heru Widodo, Rabu (2/9/2026).

Saat ini, sebanyak 25 kapal berkapasitas besar dioperasikan pada lintasan Ketapang–Gilimanuk, termasuk dengan mengerahkan tiga kapal bantuan.

Heru mengatakan, kepadatan yang terjadi salah satunya disebabkan oleh peningkatan arus produksi kendaraan logistik, banyaknya kendaraan logistik yang parkir di badan jalan Pelabuhan Tanjung Wangi. Juga akibat adanya pekerjaan peningkatan kapasitas Dermaga 2 Pelabuhan Gilimanuk dan dermaga ponton Pelabuhan Ketapang menjadi dermaga movable bridge (MB) dengan daya dukung hingga 50 ton.

Baca juga :
Shahih Al-Bukhari Kitab Hadis Paling Otentik Dalam Islam

Selama proses pengerjaan berlangsung, kapasitas layanan dermaga belum dapat beroperasi secara penuh seperti kondisi normal. Dalam kondisi normal, lintasan Ketapang–Gilimanuk dapat melayani hingga 28 kapal.

Baca juga :
Mengenal Tafsir Ibnu Katsir Rujukan Utama Memahami Al-Qur’an

General Manager ASDP Cabang Ketapang Media Syahrianto menjelaskan bahwa penguatan langkah operasional juga dilakukan langsung di lapangan. Tiga kapal bantuan dioperasikan dengan menerapkan skema Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) untuk mempercepat proses bongkar muat dan mempersingkat waktu sandar kapal.

Skema tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas layanan sekaligus mempercepat pergerakan kendaraan secara bertahap.

Baca juga :
Gunung Sinabung Level III, Musa Rajekshah Imbau Masyarakat Waspada

“KMP Atayana dan KMP Portlink VII menerapkan pola TBB di Pelabuhan Gilimanuk, sementara KMP Liputan XII menerapkan pola TBB di Dermaga LCM. Langkah ini kami optimalkan untuk mempercepat proses pelayanan dan membantu mengurai kepadatan kendaraan secara bertahap,” jelas Media.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Pelabuhan Ketapang Macet kendaraan Heru Widodo