Cara Nabi Menghadapi Sihir Berdasarkan Petunjuk Hadits

Anggoro Aristo Priambodo | Senin, 20/07/2026 22:03 WIB


Inilah petunjuk mulia Rasulullah SAW saat beliau menghadapi ujian sihir Ilustrasi sihir yang menggangu

Katakini.com - Peristiwa luar biasa pernah menimpa Rasulullah SAW ketika beliau terkena pengaruh sihir dari seorang Yahudi bernama Labid bin al-A`sam.

Akibat sihir tersebut, baginda merasa seolah-olah telah melakukan sesuatu padahal beliau sama sekali tidak mengerjakannya.

Kisah nyata yang menguji keteguhan iman ini direkam secara otentik dalam kitab Shahih Bukhari dan Muslim melalui riwayat istri beliau, Ummul Mukminin Aisyah RA.

Aisyah RA menceritakan bahwa Rasulullah SAW terus berdoa kepada Allah SWT memohon petunjuk hingga akhirnya doa beliau dikabulkan-Nya.

Baca juga :
Tutup Kaukus AIPA, BKSAP: Resolusi Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Allah SWT kemudian mengutus dua malaikat yang datang menemui Nabi SAW saat beliau sedang tertidur untuk memberitahukan sumber penyakit tersebut.

Baca juga :
Semester I 2026, Pendapatan Usaha Injourney Airports Rp10,23 Triliun

Salah satu malaikat menjelaskan kepada malaikat lainnya bahwa Rasulullah SAW sedang terkena sihir yang diletakkan di dalam sumur Dharwan.

Benda sihir itu berupa sisir, rontokan rambut, dan kulit mayang kurma jantan yang diikat erat dengan beberapa simpul tali.

Baca juga :
Sambut Hari Anak, KCIC Ajak Puluhan Anak Naik Whoosh dan Peduli Lingkungan

Setelah mengetahui letak benda tersebut, Rasulullah SAW segera mengutus para sahabat untuk mengambil dan memusnahkan buhul sihir itu dari dasar sumur.

Bersamaan dengan peristiwa menegangkan ini, Allah SWT menurunkan surah Al-Falaq dan surah An-Nas sebagai obat penawar terbaik bagi hamba-Nya.

Dua surah mulia yang dikenal sebagai Al-Mu`awwidhatayn ini menjadi benteng pelindung paling kokoh dari kejahatan makhluk yang bersembunyi di kegelapan malam.

Setiap kali Rasulullah SAW membacakan satu ayat dari kedua surah tersebut, maka terlepaslah satu simpul ikatan sihir yang melilit tubuh beliau.

Ketika seluruh ayat selesai dibaca, baginda Rasulullah SAW langsung merasa sangat ringan dan bugar seakan-akan baru terlepas dari ikatan tali yang sangat kuat.

Peristiwa ini mengajarkan kepada umat Islam bahwa ikhtiar terbaik dalam menghadapi sihir adalah dengan memperbanyak doa dan bersandar penuh pada takdir Allah SWT.

Kita juga dianjurkan untuk merutinkan bacaan dzikir pagi dan petang serta membaca surah Al-Baqarah guna membentengi rumah dari gangguan setan yang terkutuk.

Semoga kita semua senantiasa dijaga oleh Allah SWT dari segala tipu daya sihir dan kejahatan makhluk-Nya melalui pengamalan sunnah yang suci ini.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
petunjuk Nabi mengatasi sihir dzikir perlindungan sihir