Teheran Minta Pasukan Asing Tinggalkan Wilayah Sekitar Negaranya

M.Habib Saifullah | Rabu, 10/06/2026 09:38 WIB


Menlu Iran Abbas Araghchi mendesak pasukan asing yang ditempatkan di sekitar Iran untuk meninggalkan daerah itu Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi (Foto: Anmar Khalil/AP)

TEHERAN - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pada Selasa (9/6) mendesak pasukan asing yang ditempatkan di sekitar Iran untuk meninggalkan daerah itu, serta memperingatkan bahwa Teheran lebih memilih diplomasi, tetapi juga dapat melakukan cara lain.

"Pasukan asing di sekitar wilayah kami selalu berisiko karena kesalahan mereka sendiri, kecelakaan biasa, atau berpotensi terjebak dalam baku tembak. Untuk mengurangi risikonya, solusi terbaik adalah dengan mereka pergi. Kami lebih menyukai upaya diplomasi, tetapi juga `berbicara dalam bahasa lain`," demikian cuitan Araghchi di media sosial X.

Selat Hormuz bukan perairan internasional dan berjarak ribuan mil dari pantai AS, kata menteri luar negeri itu.

Angkatan bersenjata Iran selalu siaga terhadap setiap pelanggaran wilayah udara Iran, tegas dia.

Baca juga :
Daftar Nama yang Disebut Terseret Kasus Korupsi MBG

Presiden AS Donald Trump Pada Senin (8/6) mengatakan helikopter AH-64 Apache AS yang jatuh di lepas pantai Oman telah ditembak jatuh oleh Iran dan bahwa AS perlu menanggapinya.

Baca juga :
Herdman Sebut Dony Tri Punya Potensi Jadi Andalan Timnas Indonesia

Komando Pusat AS mengatakan kepada RIA Novosti bahwa helikopter tersebut jatuh di lepas pantai Oman saat berpatroli perairan kawasan. Kedua pilot diselamatkan dalam beberapa jam dan dilaporkan berada dalam kondisi stabil.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga :
Istri Diogo Jota Beri Surat Khusus untuk Robertson Jelang Piala Dunia 2026
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Abbas Araghchi Pasukan Asing Perang Iran