Dekati Kesepakatan, Trump Minta Israel Tak Balas Serangan Iran

M.Habib Saifullah | Senin, 08/06/2026 09:15 WIB


Presiden AS Donald Trum meminta Israel tidak membalas serangan Iran, karena Washington telah dekati kesepakatan dengan Teheran Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Foto: Anadolu)

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Ahad (7/6) mengatakan harapannya agar Israel tidak akan membalas serangan rudal Iran terhadap sebuah pangkalan udara Israel karena Washington hampir mencapai kesepakatan dengan Teheran dan ia tidak ingin proses tersebut terganggu.

Sebelumnya pada Ahad malam Iran melancarkan serangan rudal ke Israel sebagai respons atas penembakan Israel terhadap Dahiyeh, kawasan pinggiran selatan Beirut.

Pemerintah Israel sebelumnya menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan balasan atas penembakan ke wilayah Israel oleh kelompok Hizbullah, Lebanon.

"Serangan Iran tidak melukai siapa pun. Mudah-mudahan Israel tidak akan melakukan pembalasan," kata Trump dalam wawancara dengan portal berita Axios.

Baca juga :
Pertamina Pastikan Stok BBM Subsidi Pertalite Tersedia, Distribusi Dipantau Real-Time

Pemimpin Amerika Serikat itu mengatakan kepada jurnalis Axios, Barak Ravid, bahwa ia akan menghubungi Kepala Otoritas Israel Benjamin Netanyahu dan memintanya untuk tidak melakukan serangan balasan.

Baca juga :
7 Efek Buruk Tidur Terlalu Lama bagi Kesehatan Fisik dan Mental

"Kami sangat dekat dengan kesepakatan final dengan Iran. Ini akan menjadi kesepakatan yang baik. Saya tidak ingin kesepakatan itu gagal karena apa yang sedang terjadi saat ini," tambah Trump.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA

Baca juga :
Tak Dapat Diakses, Pemprov DKI Sebut CCTV di Kawasan Bundaran HI Berfungsi Normal
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Kesepakatan Damai Perang Iran Iran Serang Israel Donald Trump