
UMKM binaan ASDP Indonesia Ferry di ajang Inabuyer 2026. Foto: asdp/katakini
JAKARTA – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengikutsertakan UMKM binaan berpartisipasi di ajang Inabuyer 2026 pada 5-7 Mei 2026 untuk memperluas akses pasar, memperkuat jejaring bisnis, sekaligus mendorong daya saing pelaku usaha lokal di tingkat nasional.
Inabuyer merupakan program strategis pemerintah yang mempertemukan buyer dan supplier dalam satu ekosistem bisnis terintegrasi. Kehadiran forum ini menjadi ruang kolaborasi yang membuka peluang kerja sama lebih luas, mempercepat pertumbuhan UMKM, serta memperkuat rantai pasok nasional yang kompetitif dan berkelanjutan.
“Keikutsertaan ASDP dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mendorong peningkatan kapasitas UMKM melalui perluasan akses pasar dan penguatan jejaring bisnis. Kami percaya, kolaborasi antara BUMN, pemerintah, dan pelaku usaha dapat menciptakan ekosistem bisnis yang inklusif, tangguh, dan berdaya saing,” ujar Direktur Utama ASDP, Heru Widodo.
ASDP menghadirkan UMKM Mutiara Craft yang menampilkan berbagai produk unggulan hasil pengolahan limbah plastik melalui kolaborasi bersama Plastic Pay. Program ini mengubah sampah plastik menjadi produk bernilai tambah dan ramah lingkungan, sekaligus mendorong implementasi ekonomi sirkular di tengah masyarakat.
Pelaksanaan program tersebut turut didukung oleh Reverse Vending Machine (RVM) yang terhubung dengan aplikasi Plastic Pay. Melalui sistem ini, masyarakat dapat menukarkan botol plastik bekas menjadi poin digital yang dapat dikonversi menjadi uang elektronik. Mesin RVM telah ditempatkan di sejumlah lokasi strategis, termasuk di Kantor Pusat ASDP, guna memperluas partisipasi publik dalam pengelolaan sampah plastik secara berkelanjutan.
Kurangi Jejak Karbon
Sejak dimulainya kolaborasi pada 2023 hingga Mei 2026, program ini berhasil mengumpulkan 3,03 ton sampah plastik atau setara 161.857 botol plastik dari 931 partisipasi masyarakat. Inisiatif tersebut turut berkontribusi menyelamatkan 2.557 meter persegi lahan serta mengurangi jejak karbon sebanyak 16 kilogram.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menyampaikan bahwa inisiatif tersebut tidak hanya berdampak pada pengurangan sampah plastik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya hidup ramah lingkungan di Indonesia.
“Kontribusi ASDP dalam menghadirkan UMKM pada Inabuyer 2026 mencerminkan dukungan nyata perusahaan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Program ini mendukung SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan kapasitas UMKM, sekaligus mendukung SDG 13 Aksi Iklim dan SDG 14 Konservasi Kehidupan Bawah Air melalui pengurangan limbah plastik dan pencegahan pencemaran lingkungan,” kata Windy.