Mengubah Bentuk Tubuh Demi Kecantikan

Anggoro Aristo Priambodo | Rabu, 11/02/2026 16:05 WIB


Di balik tren operasi dan perawatan instan, Islam menegaskan bahwa mengubah bentuk tubuh demi kecantikan bukanlah jalan menuju kemuliaan, melainkan pintu kelalaian terhadap amanah ciptaan Allah. Ilustrasi foto operasi plastik

JAKARTA - Fenomena mengubah bentuk tubuh demi kecantikan semakin marak di tengah masyarakat modern. Operasi plastik, suntik filler, pemutihan kulit, hingga berbagai prosedur instan sering dipromosikan sebagai jalan menuju rasa percaya diri.

Namun Islam memandang tubuh manusia sebagai amanah dari Allah, bukan objek eksperimen yang boleh diubah sesuka hati. Allah berfirman, “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (QS. At-Tin: 4).

Al-Qur’an juga memperingatkan tentang godaan setan yang mendorong manusia untuk tidak ridha terhadap penciptaannya. Dalam QS. An-Nisa ayat 119, setan berjanji akan menyesatkan manusia dan menyuruh mereka mengubah ciptaan Allah.

Para ulama tafsir menjelaskan bahwa ayat ini menjadi landasan larangan melakukan perubahan fisik tanpa kebutuhan syar’i, semata-mata untuk mengikuti hawa nafsu dan standar kecantikan duniawi.

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

Rasulullah SAW secara tegas melarang praktik mengubah bentuk tubuh demi kecantikan. Dalam hadis sahih riwayat Bukhari dan Muslim, beliau SAW bersabda:

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

“Allah melaknat perempuan yang mentato dan yang meminta ditato, yang mencabut bulu alis, dan yang merenggangkan gigi untuk kecantikan, yang mengubah ciptaan Allah.”

Islam membedakan secara jelas antara pengobatan dan perubahan fisik demi kecantikan. Tindakan medis untuk menghilangkan cacat, mengobati penyakit, atau memulihkan fungsi tubuh dibolehkan, bahkan dianjurkan.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

Namun, jika perubahan dilakukan hanya karena rasa tidak puas terhadap takdir Allah, ingin dipuji, atau mengejar pengakuan manusia, maka perbuatan tersebut bertentangan dengan nilai syukur dan qana’ah yang diajarkan Islam.

Lebih jauh, obsesi berlebihan terhadap penampilan dapat menyeret seseorang pada kesombongan dan penyakit hati. Padahal Rasulullah SAW mengingatkan bahwa nilai seorang hamba di sisi Allah bukanlah rupa, melainkan iman dan amal.

“Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi Dia melihat hati dan amal kalian.” (HR. Muslim). Kecantikan fisik bersifat sementara, sedangkan kecantikan iman dan akhlak akan kekal hingga akhirat.

Pada akhirnya, Islam mengajarkan keseimbangan: merawat diri dibolehkan, berhias secara wajar dianjurkan, tetapi mengubah bentuk tubuh demi kecantikan adalah bentuk ketidakridhaan terhadap ciptaan Allah.

Seorang Muslim sejati diajak untuk mempercantik dirinya dengan taqwa, memperindah hidup dengan amal saleh, dan menjaga tubuh sebagai amanah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
operasi plastik menjaga tubuh mengubah ciptaan Allah