Wamendiktisaintek Tekankan Mahasiswa Berpikir Kritis di Tengah Gempuran AI

M. Habib Saifullah | Senin, 09/02/2026 12:05 WIB


Wamendiktisaintek Stella Christie menekankan agar para mahasiswa untuk selalu berpikir kritis di tengah gempuran kecerdasan buatan atau AI. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie (Foto: Kemdiktisaintek)

JAKARTA - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menekankan agar para mahasiswa untuk selalu berpikir kritis di tengah gempuran kecerdasan buatan atau AI.

Hal tersebut diungkapkan olehnya pada kegiatan Festival Ilmiah Santri 2026 yang digelar oleh STAIMA Al-Hikam, Malang, Sabtu (7/2).

Wamen Stella memaparkan bagaimana perkembangan AI memengaruhi aspek kehidupan manusia, antara lain adalah aspek sosial, aspek pendidikan dan aspek ekonomi.

"Apakah bijak jika kita mengeluarkan uang untuk melatih AI dibanding mencerdaskan anak muda kita? bahkan hingga hari ini banyak ahli yang memperdebatkan hal ini," katanya melalui keterangan di Jakarta, Senin.

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

Wamendiktisaintek menyoroti sudut pandang ekonomi perusahaan besar, yang sedang mengembangkan AI saat ini, berinvestasi triliunan rupiah untuk mengelola algoritma.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

Ia menilai adanya AI mampu merubah banyak sekali dinamika sosial yang ada, salah satunya pada kasus informasi hoaks yang menjamur di masyarakat.

Profesor bidang psikologi kognitif itu juga mengungkapkan AI mampu merubah lanskap pendidikan dan menjadi perhatian adalah bagaimana penggunaan AI dalam proses belajar.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

Maka dari itu, ia menegaskan perlunya literasi AI pada saat ini bagi semua orang untuk mengetahui apakah informasi yang diterima adalah benar atau tidak. Sebab, AI bisa sangat mungkin bias dalam menyajikan data.

"Mampu mengevaluasi hasil AI berawal dari kemampuan berpikir yang reflektif. Jika Anda memilikinya, maka Anda tidak akan tergantikan oleh AI," ujarnya menegaskan.

Oleh karena itu, Stella mengingatkan bahwa kampus adalah tempat untuk berinovasi. Menurutnya, perusahaan kecerdasan buatan saat ini lahir dari kampus.

Untuk itu, ia berharap kepada para mahasiswa untuk selalu berinovasi dan menciptakan penemuan baru nantinya.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Kabar Pendidikan Stella Christie Kecerdasan Buatan