Trump Pilih Tutup Mulut soal Langkah AS terkait Greenland

Vaza Diva | Kamis, 22/01/2026 12:06 WIB


Presiden Amerika Serikat Donald Trump memilih tidak merinci rencana Washington terkait ambisi menguasai Greenland. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Foto: Anadolu)

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memilih tidak merinci rencana Washington terkait ambisi menguasai Greenland ketika pertanyaan tersebut dilontarkan wartawan.

Sikap itu ia tunjukkan dalam konferensi pers di Gedung Putih, yang digelar untuk menandai satu tahun masa kepemimpinannya.

“Anda akan mengetahuinya,” kata Trump singkat kepada wartawan saat konferensi pers di Gedung Putih, pada Selasa (20/1), yang digelar untuk memperingati satu tahun masa jabatannya.

Pernyataan tersebut muncul di tengah memanasnya hubungan antara Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa. Ketegangan meningkat setelah Washington kembali menekan isu Greenland dengan alasan keamanan, disertai ancaman kebijakan tarif terhadap negara-negara Eropa.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

Sebelumnya, Trump mengumumkan rencana penerapan tarif sebesar 10 persen terhadap produk dari delapan negara Eropa. Kebijakan itu dikaitkan dengan upaya mencapai kesepakatan terkait apa yang ia sebut sebagai “pembelian penuh dan total” Greenland.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

Negara-negara yang akan terdampak tarif tersebut meliputi Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia. Trump juga menyebut tarif itu dapat meningkat hingga 25 persen pada Juni mendatang apabila tidak tercapai kesepakatan.

Greenland sendiri merupakan wilayah otonom yang berada di bawah Kerajaan Denmark. Pulau terbesar di dunia itu memiliki nilai strategis tinggi di kawasan Arktik, baik dari sisi geopolitik maupun potensi sumber daya mineral.

Baca juga :
Mengenal Enam Rukun Haji yang Wajib Dipenuhi agar Ibadah Sah

Amerika Serikat menaruh perhatian khusus terhadap wilayah tersebut di tengah meningkatnya aktivitas Rusia dan China di kawasan Arktik.

Menanggapi tekanan dari Washington, pemerintah Denmark bersama otoritas Greenland secara tegas menolak wacana pengalihan wilayah.

Keduanya kembali menegaskan bahwa Greenland merupakan bagian dari kedaulatan Denmark dan tidak dapat diperjualbelikan.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Amerika Serikat Donald Trump ambisi menguasai Greenland Uni Eropa