Panduan Doa dan Pengertian Tuma`ninah

Vaza Diva | Minggu, 28/09/2025 05:05 WIB


Salah satu rukun shalat yang kerap dilupakan adalah tuma`ninah, yaitu kondisi tenang dan tidak terburu-buru dalam menjalankan setiap gerakan shalat Ilustrasi - shalat (Foto: topmedia)

JAKARTA- Salah satu rukun shalat yang kerap dilupakan adalah tuma`ninah, yaitu kondisi tenang dan tidak terburu-buru dalam menjalankan setiap gerakan shalat. Tanpa tuma’ninah, shalat dianggap tidak sah.

Secara etimologis, kata tuma’ninah berasal dari bahasa Arab طمأنينة (thuma`ninah), yang berarti ketenteraman atau ketenangan. Dalam praktik shalat, tuma’ninah dimaknai sebagai berhenti sejenak dengan penuh ketenangan pada setiap posisi gerakan, memastikan tubuh sudah mantap pada posisinya sebelum melanjutkan ke gerakan berikutnya.

Rasulullah SAW menegaskan pentingnya tuma`ninah dalam hadis tentang orang yang shalat dengan terburu-buru:

«ثُمَّ ارْكَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ رَاكِعًا، ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَعْتَدِلَ قَائِمًا، ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا»
Artinya: “Kemudian rukuklah hingga engkau tuma`ninah dalam rukuk, lalu bangkitlah hingga engkau berdiri tegak, kemudian sujudlah hingga engkau tuma’ninah dalam sujud.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Baca juga :
Lima Saham Terkoreksi Saat IHSG Melesat Pekan Ini

Hadis ini menunjukkan bahwa tuma’ninah adalah bagian penting dari rukun shalat yang tidak boleh ditinggalkan.

Baca juga :
Lima Saham Top Gainers Pekan Ini

Berikut doa-doa yang dibaca dalam keadaan tuma`ninah di setiap gerakan shalat:

1. Saat Rukuk
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ
Subhāna rabbiyal-‘azhīmi wa bihamdih
Artinya: “Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung dan dengan memuji-Nya.”

Baca juga :
Pekan Ini, IHSG dan Kapitalisasi Pasar Melesat Kuat

2. Saat I`tidal (bangkit dari rukuk)
سَمِعَ اللّٰهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
Sami‘allāhu liman ḥamidah
Artinya: “Allah mendengar orang yang memuji-Nya.”
Dilanjutkan dengan bacaan imam atau makmum:
رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ
Rabbana wa lakal-ḥamd
Artinya: “Ya Tuhan kami, bagi-Mu segala pujian.”

3. Saat Sujud
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
Subhāna rabbiyal-a‘lā wa bihamdih
Artinya: “Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi dan dengan memuji-Nya.”

4. Saat Duduk di antara Dua Sujud
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ
Rabbighfir lī, warḥamnī, wajburnī, wahdinī, warzuqnī, wa ‘āfinī, wa‘fu ‘annī
Artinya: “Ya Tuhanku, ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupkanlah aku, tunjukilah aku, berilah aku rezeki, sehatkanlah aku, dan maafkanlah aku.”

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Info Keislaman Shalat tuma`ninah Rasulullah SAW