Sehari Usai Nominasikan Nobel, Pakistan Kutuk Pemboman Trump ke Iran

Yati Maulana | Selasa, 24/06/2025 13:05 WIB


Sehari Usai Nominasikan Nobel, Pakistan Kutuk Pemboman Trump ke Iran Muslim Syiah Pakistan berjalan di atas poster yang menggambarkan bendera Israel dan AS dalam unjuk rasa tolak Israel, di Karachi, Pakistan, 22 Juni 2025. REUTERS

ISLAMABAD - Pakistan mengutuk serangan AS terhadap negara tetangganya Iran yang diperintahkan oleh Donald Trump. Kutukan itu sehari setelah Islamabad mengatakan akan mencalonkan Presiden AS untuk Hadiah Nobel Perdamaian.

Pakistan pada hari Minggu mengatakan keputusan Trump untuk mengebom fasilitas nuklir Iran melanggar hukum internasional dan bahwa diplomasi adalah satu-satunya cara untuk menyelesaikan krisis Iran.

“Eskalasi ketegangan dan kekerasan yang belum pernah terjadi sebelumnya, karena agresi yang sedang berlangsung terhadap Iran sangat mengganggu. Setiap eskalasi ketegangan lebih lanjut akan memiliki implikasi yang sangat merusak bagi kawasan dan sekitarnya,” kata Kementerian Luar Negeri Pakistan.

Juga pada hari Minggu, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menelepon Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan “menyampaikan kecaman Pakistan atas serangan AS,” kata pernyataan dari pemimpin Pakistan tersebut.

Baca juga :
Kalah dari Madura United, Pelatih Persebaya Soroti Finishing Pemainnya

Menteri informasi Pakistan dan kementerian luar negeri tidak menanggapi permintaan komentar tentang kontradiksi yang tampak dalam posisi negara tersebut selama akhir pekan. Di kota terbesar Pakistan, Karachi, ribuan orang berbaris untuk memprotes serangan AS dan Israel terhadap Iran.

Baca juga :
Berbagai Hobi yang Sangat Dilarang dalam Agama Islam, Catat

Bendera Amerika berukuran besar dengan gambar Trump di atasnya dibentangkan di jalan agar para demonstran dapat berjalan melewatinya. Para demonstran meneriakkan yel-yel menentang Amerika, Israel, dan musuh regional Pakistan, India.

Pakistan pada hari Sabtu mengatakan bahwa mereka mencalonkan Trump sebagai "pembawa perdamaian sejati" atas perannya dalam mengakhiri konflik empat hari dengan India bulan lalu. Dikatakan bahwa dia telah "menunjukkan pandangan ke depan yang strategis dan kenegarawanan yang luar biasa".

Baca juga :
Peringatan Hari Hansip Nasional Setiap Tanggal 19 April, Ini Sejarahnya
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Serangan Israel AS Teheran Iran Nobel Pakistan