Tak Perlu Main Kasar, Napoli dan PSG Buktikan Tetap Bisa Juara

Vaza Diva | Kamis, 29/05/2025 08:01 WIB


Napoli dan Paris Saint-Germain (PSG), berhasil menyelesaikan liga domestik masing-masing tanpa menerima satu pun kartu merah sepanjang musim. Ilustrasi - penyerang Atletico Madrid Angel Correa bersitegang dengan wasit (Foto: borneotribun)

Jakarta, Katakini.com - Hal yang wajib untuk pemain sepak bola adalah menghindari bermain kasar yang bisa berujung pada kartu merah. Sebab, itu akan merugikan tim dengan berkurangnya jumlah pemain ketika pertandingan berlangsung dalam waktu dua kali 45 menit.

Namun, musim 2024/2025 mencatatkan sejarah baru dalam sepak bola Eropa. Dua klub raksasa, Napoli dan Paris Saint-Germain (PSG), berhasil menuntaskan liga domestik masing-masing tanpa menerima satu pun kartu merah sepanjang musim.

Di Italia, Napoli yang dilatih oleh Antonio Conte berada di ambang Scudetto setelah musim sebelumnya finis di posisi ke-10. Conte, yang ditunjuk pada musim panas lalu, membawa perubahan signifikan dalam mentalitas tim.

Solidnya formasi 3-5-2 membuat Naples tampil konsisten sepanjang musim, mencatatkan 23 kemenangan dari 37 laga dan hanya mengalami empat kekalahan serta 10 kali imbang.

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

Napoli memang belum juara. Pertaruhan meraih gelar Serie A musim akan berlanjut hingga pekan terakhir, karena Napoli dan Inter Milan hanya berjarak satu poin.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

Sementara itu, di Prancis, PSG di bawah asuhan Luis Enrique mendominasi Ligue 1 dengan permainan kolektif yang impresif. Meskipun kehilangan Kylian Mbappé yang pindah ke Real Madrid pada awal musim, PSG tetap tampil perkasa.

Mengandalkan Ousmane Dembélé yang menjadi top skor klub dengan 33 gol, PSG tidak hanya menjuarai liga, tetapi juga mencapai final Liga Champions untuk menantang Inter Milan.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

Jika Napoli keluar sebagai juara, maka ini akan menjadi prestasi yang mengesankan bagi kedua klub. Pasalnya, dalam era sepak bola modern yang penuh tekanan dan intensitas tinggi, pencapaian ini menunjukkan tingkat profesionalisme dan kontrol emosi yang luar biasa dari para pemain dan staf pelatih.

Keberhasilan Napoli dan PSG ini juga memberikan contoh bahwa permainan yang bersih dan fair play tidak hanya penting secara etika, tetapi juga efektif dalam meraih kemenangan. Disiplin di lapangan membantu tim menjaga konsistensi performa dan menghindari situasi yang merugikan.

Selain itu, pencapaian ini dapat menjadi inspirasi bagi klub-klub lain untuk menekankan pentingnya disiplin dan kontrol emosi dalam pelatihan dan strategi permainan. Dengan fokus pada aspek ini, tim dapat meningkatkan peluang mereka untuk meraih kesuksesan di kompetisi domestik maupun internasional.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Napoli Paris Saint German Juara Liga