Iran Sebut Haknya untuk Memperkaya Uranium Tidak Dapat Dinegosiasikan

Yati Maulana | Kamis, 17/04/2025 12:05 WIB


Iran Sebut Haknya untuk Memperkaya Uranium Tidak Dapat Dinegosiasikan Pandangan umum menunjukkan fasilitas pengayaan uranium Natanz di Natanz, sekitar 322 km selatan Teheran pada 9 Maret 2006. REUTERS

DUBAI - Hak Iran untuk memperkaya uranium tidak dapat dinegosiasikan, Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi mengatakan pada hari Rabu, menjelang putaran kedua pembicaraan di Oman akhir pekan ini dengan Amerika Serikat tentang program nuklir Teheran yang disengketakan.

Araqchi menanggapi komentar yang disampaikan pada hari Selasa oleh negosiator utama AS Steve Witkoff, yang mengatakan Teheran harus "menghentikan dan menghilangkan pengayaan nuklirnya" untuk mencapai kesepakatan dengan Washington.

"Kami telah mendengar pernyataan yang bertentangan dari Witkoff, tetapi posisi yang sebenarnya akan diperjelas di meja perundingan," kata Araqchi. "Kami siap membangun kepercayaan terkait kemungkinan kekhawatiran atas pengayaan (uranium) Iran, tetapi prinsip pengayaan tidak dapat dinegosiasikan."

Iran dan AS akan mengadakan putaran kedua pembicaraan di Oman pada hari Sabtu mengenai program nuklir Teheran yang meningkat, dengan Presiden Donald Trump mengancam tindakan militer jika tidak ada kesepakatan.

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

Pada hari Kamis, Araqchi akan menyampaikan pesan dari Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei kepada Presiden Rusia Vladimir Putin dalam perjalanan ke Rusia, media pemerintah Iran melaporkan.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

"Di tengah perkembangan global yang penting, komunikasi yang erat, berkelanjutan, dan saling percaya antara otoritas Iran dan Rusia akan mendukung perdamaian dan stabilitas regional maupun internasional," tulis Duta Besar Iran untuk Rusia Kazem Jalali di X.

Kremlin pada hari Selasa menolak berkomentar ketika ditanya apakah Rusia siap untuk mengambil alih stok uranium yang diperkaya milik Iran sebagai bagian dari kemungkinan kesepakatan nuklir di masa mendatang antara Iran dan Amerika Serikat.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

The Guardian melaporkan bahwa Teheran diperkirakan akan menolak usulan AS untuk mentransfer stok uranium yang diperkayanya ke negara ketiga seperti Rusia sebagai bagian dari kesepakatan yang sedang diupayakan Washington untuk mengurangi program nuklir Iran.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Nuklir Iran Pengayaan Uranium Perundingan AS Trump