Tinjau Rempang Eco City, Mentrans Ajak Masyarakat Setempat Bertransmigrasi

Aliyudin Sofyan | Kamis, 27/02/2025 17:57 WIB


Iftitah mengajak warga Rempang untuk ikut transmigrasi lokal dalam upaya mendukung pembangunan Rempang Menteri Transmigrasi (Mentrans) Iftitah Sulaiman Suryanagara. Foto: kemtrans/katakini

JAKARTA - Menteri Transmigrasi (Mentrans) Iftitah Sulaiman Suryanagara menyampaikan bahwa transmigrasi bukanlah sekedar memindahkan penduduk, melainkan juga menciptakan pusat perekonomian baru.

Demikian disampaikan Iftitah saat melakukan kunjungan kerja ke Pulau Rempang, Kota Batam, Kepulauan Riau, dalam rangka meninjau perkembangan tahap pertama Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco-City pada Rabu (26/2/2025).

Dalam kesempatan itu, Iftitah mengajak warga Rempang untuk ikut transmigrasi lokal dalam upaya mendukung pembangunan Rempang, yaitu memberdayakan penduduk setempat dalam ekosistem industri yang akan dibangun.

Iftitah menegaskan, relokasi dan transmigrasi adalah dua hal yang berbeda.

Baca juga :
Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering Dibanding 3 Dekade Terakhir

"Relokasi itu hanya memindahkan orang dan rumah. Tapi transmigrasi adalah memindahkan kehidupan. Kita bertanggung jawab pada rumah tinggal, pekerjaan, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan," kata Iftitah dalam keterangannya, Kamis (27/2/2025).

Baca juga :
Anggota Baleg DPR Soroti Potensi Tumpang Tindih Kewenangan Audit Kerugian Negara

Ia menerangkan, transmigrasi lokal yang akan diimplementasikan bukan sekedar merelokasi warga, tapi juga meningkatkan taraf hidup serta menciptakan pusat ekonomi baru di kawasan transmigrasi. Hal ini dilakukan demi menciptakan lapangan kerja baru bagi warga setempat.

"Kita tidak ingin sekedar memindahkan masyarakat, tetapi membangun kehidupan yang lebih baik dengan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan,” tegas Iftitah.

Baca juga :
Habiburokhman Apresiasi BEM-IKM FH UI Respons Cepat Kasus Pelecehan

Menurutnya, Rempang dipilih karena memiliki potensi industri yang sangat besar, termasuk dalam sektor manufaktur berbasis pasir silika untuk produksi kaca.

“Keberadaan industri ini diyakini akan menyerap hingga 85 ribu tenaga kerja dalam lima tahun ke depan, yang berpotensi menghapus angka pengangguran di Kepulauan Riau yang saat ini mencapai 70 ribu orang,” lanjut Iftitah.

Dalam pengembangan Rempang, Kementrans pun mengajak kementerian/lembaga terkait berkolaborasi, termasuk BP Batam, Pemerintah Kota Batam, Pemprov Kepri, Kementerian ATR/BPN, Kementerian PU dan PR, Kementerian KKP, Kementerian Investasi, dan kementerian/lembaga lainnya.

Dengan pendekatan yang lebih sistematis dan berbasis industri, diharapkan program transmigrasi ke depan dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah, khususnya di kawasan strategis seperti Rempang Eco City.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Rempang Eco City Transmiigrasi lokal Mentrans