Bekas Faksi Pemberontak Suriah Setuju Bergabung di Bawah Kementerian Pertahanan

Yati Maulana | Rabu, 25/12/2024 22:30 WIB


Bekas Faksi Pemberontak Suriah Setuju Bergabung di Bawah Kementerian Pertahanan Pemimpin de facto Suriah Ahmed al-Sharaa menghadiri pertemuan dengan mantan kepala faksi pemberontak, di Damaskus, Suriah, 24 Desember 2024. SANA via REUTERS

DAMASKUS - Pemimpin de facto Suriah Ahmed al-Sharaa mencapai kesepakatan pada hari Selasa dengan mantan kepala faksi pemberontak untuk membubarkan semua kelompok dan mengonsolidasikan mereka di bawah kementerian pertahanan. Hal itu didasarkan pada pernyataan dari pemerintahan baru.

Perdana Menteri Mohammed al-Bashir mengatakan minggu lalu bahwa kementerian akan direstrukturisasi dengan menggunakan mantan faksi pemberontak dan perwira yang membelot dari tentara Bashar al-Assad.

Sharaa akan menghadapi tugas berat untuk mencoba menghindari bentrokan antara berbagai kelompok. Penguasa baru negara itu menunjuk Murhaf Abu Qasra, seorang tokoh terkemuka dalam pemberontakan yang menggulingkan Bashar al-Assad, sebagai menteri pertahanan dalam pemerintahan sementara.

Minoritas etnis dan agama historis Suriah termasuk Muslim Kurdi dan Syiah - yang takut selama perang saudara bahwa pemerintahan Islam Sunni di masa depan akan membahayakan cara hidup mereka - serta Kristen Ortodoks Suriah, Yunani dan Armenia, dan komunitas Druze.

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

Sharaa telah memberi tahu pejabat Barat yang mengunjunginya bahwa kelompok Islam Hayat Tahrir al-Sham (HTS) yang dipimpinnya, mantan afiliasi al Qaeda, tidak akan membalas dendam terhadap rezim sebelumnya atau menindas minoritas agama mana pun.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

Pemberontak Suriah menguasai Damaskus pada 8 Desember, memaksa Assad melarikan diri setelah lebih dari 13 tahun perang saudara dan mengakhiri kekuasaan keluarganya selama puluhan tahun.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Konflik Suriah Assad Digulingkan Pemerintahan Sementara