Kesurupan Dalam Perspektif Sains, Gangguan Roh Halus?

M. Habib Saifullah | Minggu, 24/11/2024 11:05 WIB


Kesurupan ialah kondisi seseorang kehilangan kesadaran atau kendali atas dirinya, namun dalam banyak pandangan, kesurupan ialah  Ilustrasi penyakit epilepsi, yang sering dikaitkan dengan kesurupan (FOTO: ISTOCK)

JAKARTA - Kesurupan, atau sering disebut dengan istilah "trance possession" dalam dunia medis dan psikologi, ialah kondisi seseorang kehilangan kesadaran atau kendali atas dirinya dan sering dianggap "dikuasai" oleh makhluk tak kasat mata atau kekuatan supranatural dalam konteks budaya dan kepercayaan tertentu.

Gejala kesurupan sering melibatkan perubahan perilaku, suara, ekspresi, atau gerakan aneh, yang diyakini oleh sebagian masyarakat hal itu merupakan manifestasi dari makhluk halus. Padahal, dari perspektif sains dan medis, fenomena ini dapat dijelaskan dengan pendekatan psikologis dan neurologis.

Penyebab Kesurupan dari Sisi Sains dan Medis

Faktor Psikologis

Stress atau Trauma Psikologis, seseorang yang mengalami tekanan berat, kehilangan, atau trauma emosional lebih rentan mengalami kesurupan. Kesurupan dapat menjadi bentuk pelarian dari kenyataan yang terlalu berat untuk dihadapi.

Selain itu, kesurupan sering dikaitkan dengan gangguan disosiatif seperti dissociative trance disorder (DTD) atau dissociative identity disorder (DID), yaitu saat seseorang kehilangan kontak dengan realitas atau identitas dirinya.

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

Kemudian dalam kelompok atau budaya tertentu, seseorang mungkin mengalami kesurupan sebagai akibat dari sugesti yang kuat. Ketika individu percaya bahwa mereka "bisa kerasukan," otak mereka merespons dengan cara yang menciptakan gejala nyata.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

Faktor Neurologis

Kesurupan juga dapat dijelaskan melalui aktivitas neurologis abnormal di otak. Beberapa kondisi itu meliputi:

Epilepsi Lobus Temporal atau kejang pada bagian tertentu otak, seperti lobus temporal, dapat menyebabkan perubahan kesadaran, gerakan tubuh yang aneh, atau bahkan pengalaman mistis.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

Kemudian Gangguan Neurotransmitter atau ketidakseimbangan zat kimia di otak, seperti dopamin dan serotonin, dapat memengaruhi perilaku dan persepsi seseorang, yang terkadang terlihat seperti "kesurupan."

Serta Sleep Paralysis (Tindihan) yang dalam beberapa kasus, tidur terganggu atau paralisis tidur dapat memicu pengalaman yang salah diartikan sebagai kesurupan.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Penyebab Kesurupan Psikologis Sains