Jepang Perintahkan Ribuan Orang Mengungsi dari Wilayah yang Dilanda Gempa

Tri Umardini | Selasa, 24/09/2024 03:03 WIB


Jepang Perintahkan Ribuan Orang Mengungsi dari Wilayah yang Dilanda Gempa Banjir di pusat Wajima, di prefektur Ishikawa, Jepang, pada tanggal 21 September 2024. (FOTO: REUTERS)

JAKARTA - Pihak berwenang Jepang telah memerintahkan puluhan ribu orang untuk mengungsi dari wilayah Ishikawa yang dilanda gempa bumi karena hujan yang “belum pernah terjadi sebelumnya” memicu banjir dan tanah longsor.

Badan Meteorologi Jepang (JMA) pada hari Sabtu (21/9/2024) mengeluarkan tingkat kewaspadaan tertinggi untuk Ishikawa dan lembaga penyiaran publik NHK melaporkan bahwa dua orang dilaporkan hilang di kota Wajima di prefektur tersebut karena banjir.

Departemen pemadam kebakaran melaporkan menerima beberapa panggilan penyelamatan di kota Wajima dan Suzu, di semenanjung Noto di Jepang tengah, yang merupakan dua daerah yang paling parah dilanda gempa bumi pada Hari Tahun Baru yang menewaskan sedikitnya 236 orang.

Sekitar 44.700 orang telah diperintahkan untuk mengungsi di Wajima dan Suzu, serta kota Noto, kata para pejabat.

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

Peramal JMA Satoshi Sugimoto mengatakan kepada wartawan bahwa wilayah yang mendapat peringatan tersebut mengalami "hujan lebat dengan intensitas yang belum pernah terjadi sebelumnya", seraya menambahkan "ini adalah situasi di mana Anda harus segera mengamankan keselamatan Anda."

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

Sebanyak 16.000 penduduk lainnya di prefektur Niigata dan Yamagata di utara Ishikawa juga diperintahkan untuk mengungsi, kata badan tersebut.

Curah hujan per jam mencapai rekor 121 mm (4,8 inci) pada Sabtu pagi di Wajima, sementara wilayah tetangga Suzu mencatat 84,5 mm dalam satu jam, yang juga merupakan angka tertinggi sepanjang masa.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

Rekaman video yang ditayangkan oleh NHK TV menunjukkan banjir berwarna coklat mengubah jalan-jalan menjadi sungai di Wajima, dengan mobil-mobil setengah terendam.

Setidaknya 12 sungai di Ishikawa meluap pada hari Sabtu, menurut Kementerian Pertanahan dan Infrastruktur.

Pejabat perusahaan listrik mengatakan hampir 6.000 rumah tangga di Ishikawa tidak mendapat pasokan listrik, NHK melaporkan.

Pejabat badan cuaca memperingatkan warga di daerah yang terkena dampak untuk berhati-hati di tengah banjir dan mengatakan kemungkinan tanah longsor bisa “mengancam nyawa”.

Para ilmuwan mengatakan perubahan iklim akibat manusia meningkatkan risiko hujan lebat di negara tersebut dan di tempat lain karena atmosfer yang lebih hangat menahan lebih banyak air.

Wilayah ini masih belum pulih dari gempa berkekuatan 7,5 skala Richter yang telah merobohkan bangunan, merusak jalan, dan menyebabkan kebakaran besar. (*)

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Jepang gempa Ishikawa JMA. NHK