Ilmuwan Bolivia Melacak Perubahan Glasial Kecepatan Tinggi dengan Peralatan Baru

Yati Maulana | Senin, 10/06/2024 05:05 WIB


Ilmuwan Bolivia Melacak Perubahan Glasial Kecepatan Tinggi dengan Peralatan Baru Gunung Huayna Potosi terlihat tanpa gletser dan sedikit salju, di Milluni, dekat pinggiran El Alto di La Paz, Bolivia, 21 Desember 2020. REUTERS

LA PAZ - Para ilmuwan di Bolivia berharap dapat melacak perubahan gletser secepat kilat.

Peralatan ilmiah baru yang dipasang di puncak gunung Huayna Potosi di negara tersebut akan memberikan pengukuran massa gletser secara real-time dibandingkan dengan metode lama yang jauh lebih lambat.

Edson Ramirez, ahli glasiologi di Universitas Tinggi San Andres di Bolivia, mengatakan peralatan tersebut dapat melakukan pengukuran massa glasial setiap jam dibandingkan dengan metode glasiologi klasik yang mampu melakukan pengukuran bulanan atau tahunan.

“Kali ini kami melakukannya dalam waktu yang sangat singkat dan real time,” kata Ramirez.

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

Pengukuran tersebut dapat membantu mengukur laju pencairan atau berapa banyak kehidupan yang masih tersisa di gletser, tambahnya.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

Gletser memainkan peran penting dalam pasokan air di pegunungan Andes, dan penelitian menunjukkan bahwa gletser menyediakan sekitar 27% air di wilayah Cordillera Real di Bolivia pada musim kemarau.

Peristiwa cuaca ekstrem seperti gelombang panas dan kekeringan telah menekan pasokan air di seluruh Amerika Selatan, sehingga pengukuran gletser yang lebih akurat menjadi alat yang sangat penting.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

“Anda tidak dapat mengambil tindakan atau mempersiapkan diri untuk masa depan jika Anda tidak tahu di mana Anda berada,” kata Gerd Dercon, kepala laboratorium tanah, pengelolaan air dan nutrisi tanaman di Pusat Teknik Nuklir gabungan FAO/IAEA di Pangan dan Pertanian.

Dercon mengatakan pengukuran tersebut akan membantu menciptakan garis dasar.

“Dari baseline itu bisa dilakukan tindakan,” ujarnya, seperti meningkatkan kapasitas waduk, mengatur aliran air, atau membangun lebih banyak waduk.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Bolivia Alat Baru Perubahan Glasial