Sekecil Apapun Kontribusi Tetap Bermakna Untuk Kelestarian Bumi

Eko Budhiarto | Senin, 22/04/2024 16:20 WIB


Sekecil Apapun Kontribusi Tetap Bermakna Untuk Kelestarian Bumi Ilustrasi

JAKARTA PUSAT - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengingatkan setiap individu memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga bumi dalam rangka peringatan Hari Bumi yang dilakukan setiap 22 April.

"Ini sebetulnya pesan untuk setiap hari, bukan untuk hari ini saja, dimana kita semuanya punya tanggung jawab untuk memastikan agar bumi ini tetap bisa mendukung dan memberikan fungsi-fungsinya secara lestari," kata Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) KLHK Laksmi Dhewanthi di Jakarta, Senin (22/4/2024)

Ia mengatakan masyarakat dapat melakukan apa yang bisa dilakukan saat ini dalam upaya melestarikan bumi yang ditinggali manusia dan beragam spesies ini.

"Sekecil apapun kontribusinya itu pasti akan bernilai dan bermakna untuk kelestarian bumi," kata Laksmi.

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

Ditemui dalam kesempatan berbeda, Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) KLHK Sigit Reliantoro mengatakan secara global saat ini terdapat krisis keanekaragaman hayati, pencemaran, dan perubahan iklim, yang dialami oleh berbagai negara.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

Ketiga krisis tersebut dialami tidak hanya oleh masyarakat di negara tertentu, kata dia, tapi juga dihadapi oleh berbagai lapisan masyarakat baik negara maju maupun berkembang.

"Tentu kita meminta dan juga kita di level internasional menyadari kalau ketiga krisis itu dijawab satu per satu, maka sumber daya kita tidak banyak, maka semua upaya mestinya disinergikan untuk satu program bisa menjawab ketiga hal ini," katanya.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

Hari Bumi  diperingati setiap 22 April dilatarbelakangi peristiwa tumpahan minyak di sebuah pengeboran minyak di California, Amerika Serikat (AS), pada 1969 yang menjadi salah satu peristiwa lingkungan terburuk dalam dekade tersebut.

Tumpahan minyak yang mencapai lebih dari 11 juta liter di perairan itu menyebabkan kematian belasan ribu burung laut serta mamalia yang tinggal di lautan, termasuk lumba-lumba dan singa laut.

Peristiwa itu mendorong jutaan orang untuk turun ke jalan meramaikan aksi untuk memperingati bumi dan selanjutnya Hari Bumi diperingati pada 22 April setiap tahunnya sejak 1990.

Pemerintah Indonesia sendiri sudah memperingati Hari Bumi sejak 2009 dalam upaya mendorong peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melestarikan dan melindungi alam.

 

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Hari Bumi kelestarian KLHK