Dianggap Ganggu Iring-iringan Mobil Kerajaan, Aktivis Thailand Ditangkap

Yati Maulana | Selasa, 13/02/2024 23:05 WIB


Dianggap Ganggu Iring-iringan Mobil Kerajaan, Aktivis Thailand Ditangkap Aktivis reformasi monarki Thailand Tantawan Tuatulanon memberi hormat tiga jari saat dia ditangkap di Bangkok, Thailand, 13 Februari 2024. Foto: Reuters

BANGKOK - Polisi Thailand pada Selasa menangkap dua aktivis atas tuduhan penghasutan dan kejahatan komputer karena diduga mengganggu iring-iringan mobil keluarga kerajaan di Bangkok.

Menghina monarki, yang secara konstitusional diabadikan sebagai “ibadah yang dihormati”, dapat dikenakan hukuman hingga 15 tahun penjara berdasarkan undang-undang lese majeste yang ketat di Thailand.

Tantawan "Tawan" Tuatulanon, 22, melakukan siaran langsung di akun Facebook-nya yang menunjukkan dia berdebat dengan polisi yang memblokir mobil iring-iringan mobil yang membawa Putri Sirindhorn, saudara perempuan Raja Maha Vajiralongkorn.

Insiden tersebut memicu pertikaian publik yang meningkat menjadi perkelahian pada hari Sabtu antara kelompok ultra-royalis dan aktivis reformasi monarki yang menyebabkan lebih dari selusin orang terluka.

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

Media memberitakan, mobil yang ditumpangi Tantawan membunyikan klakson dan berusaha menyalip iring-iringan mobil kerajaan di jalan tol Bangkok.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

Tantawan membantah mobilnya berusaha mengganggu atau menghalangi konvoi kerajaan. Dia dan seorang rekannya ditangkap pada hari Selasa.

Wakil Kepala Polisi Surachate Hakparn mengatakan bahwa membunyikan klakson pada iring-iringan mobil kerajaan dan mengunggah video secara online merugikan monarki. Dia mengatakan tindakan tersebut membenarkan tuduhan penghasutan, yang dapat dihukum hingga tujuh tahun penjara.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

Tantawan sudah menghadapi tuduhan penghinaan kerajaan karena sebelumnya membahas masalah iring-iringan mobil kerajaan.

Sebuah gerakan politik yang dipimpin oleh kaum muda yang muncul pada tahun 2020 melanggar tabu tradisional dengan menyerukan reformasi monarki dan sebelumnya mengkritik pemblokiran lalu lintas iring-iringan mobil kerajaan.

Perdana Menteri Srettha Thavisin pada hari Senin menyerukan dialog di “ruang aman” mengenai iring-iringan mobil keluarga kerajaan.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Aktivis Thailand Ganggu Kerajaan. Ditangkap