Stabilkan Pangan Jelang Nataru, NFA Gencarkan GPM Keliling se-Indonesia

Eko Budhiarto | Senin, 18/12/2023 20:17 WIB
Stabilkan Pangan Jelang Nataru, NFA Gencarkan GPM Keliling se-Indonesia Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi (tengah) (foto:NFA)

JAKARTA – Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) keliling di seluruh wilayah Indonesia guna menjaga stabilitas pangan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Melalui GPM yang berkolaborasi dengan Pemda ini akan digelontorkan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dengan harga yang relatif lebih baik dan terjangkau.

“Selama Desember ini, GPM terus kita laksanakan mulai dari awal bulan sampai akhir tahun nanti. Total ada 453 GPM selama Desember tahun ini, berlokasi di 118 kabupaten kota yang tersebar pada 29 provinsi. Dengan adanya operasi pasar yang masif dan menyentuh langsung masyarakat seperti ini, kita meyakini stabilitas pangan akan terjaga dan inflasi dapat pula terjaga,” kata Kepala NFA Arief Prasetyo Adi di Jakarta, Senin (18/12/2023).

“Secara nasional, sampai 16 Desember, GPM telah kami laksanakan bersama pemerintah daerah, total mencapai 1.591 lokasi. Itu dilaksanakan bersama 324 kabupaten kota yang ada di 35 provinsi. Operasi pasar murah seperti ini merupakan arahan Presiden Joko Widodo yang meminta intensitas pelaksanaan pasar murah di daerah-daerah terus diperbanyak, sehingga masyarakat dapat lebih terbantu dalam memperoleh bahan pangan pokok,” sambungnya.

Apabila masyarakat ingin mengetahui lokasi GPM keliling se-Indonesia yang terdekat, dapat mengakses informasi melalui kanal informasi resmi yang dikelola pemerintah daerah setempat. GPM dalam rangka Nataru Desember ini, telah dilaksanakan sejak 1 Desember dan akan terus dilaksanakan sampai 29 Desember.

“Masyarakat secara luas tentunya dipersilakan berbelanja pangan di GPM yang terdekat. Informasi kapan dan lokasi pelaksanaannya dapat dilihat pada kanal informasi resmi yang dikelola pemerintah daerah, misalnya media sosial atau website. Ini karena GPM merupakan kerja sama antara NFA bersama pemerintah daerah serta asosiasi dan pelaku industri pangan di daerah,” ujar Arief.

Pada minggu ketiga dimulai 18 Desember ini, GPM keliling se-Indonesia hadir di Bengkulu, Jember, Semarang, Makassar, Bantaeng, Wajo, Mamuju, Palu, Luwu Utara, Soppeng, Pinrang, Lombok Barat, Lombok Tengah, Tuban, Tegal, Kediri, Bone Bolango, Serang, Sumba Timur, Luwu, Pare Pare, Sidenreng Rappang, DKI Jakarta, Dompu, dan Padang.

Terkait fluktuasi tren inflasi beras berkaca pada penutup tahun sebelumnya, pernah mengalami gejolak yang cukup signifikan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi beras secara bulanan di Desember 2022 berada di 2,30 persen. Tren ini cukup tinggi dibandingkan inflasi beras pada November 2022 yang ada di 0,38 persen.

“Untuk komoditas beras, target penyaluran melalui program SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) di tahun ini 1.085.000.000 kg. Ini terus kita gelontorkan bersama Perum Bulog, baik melalui GPM maupun distribusi langsung ke semua lini pasar,” jelas Arief.

Per 12 Desember, realisasi penyaluran beras SPHP di tingkat konsumen secara nasional telah menggapai hingga 96,3 persen. Secara numerik, realisasi nasional berada di angka 1.044.908.832 kg dari target 1.085.000.000 kg. Sementara realisasi SPHP di Jawa Timur sudah mencapai 88,44 persen atau 90.203.861 kg dari 102.000.000 kg.