• News

Prajurit AS yang Kabur Akhirnya Diusir karena Masuk Korea Utara secara Ilegal

Yati Maulana | Kamis, 28/09/2023 17:05 WIB
Prajurit AS yang Kabur Akhirnya Diusir karena Masuk Korea Utara secara Ilegal Prajurit A.S. Travis T. King, mengenakan kemeja hitam dan topi hitam, saat tur Area Keamanan Bersama di perbatasan antara kedua Korea, di desa Panmunjom, Korea Selatan, 18 Juli 2023. Foto: Reuters

SEOUL - Korea Utara memutuskan untuk mengusir tentara Amerika, Travis King, yang dikatakan telah mengakui penyusupan ilegal ke negara itu dan "kecewa dengan ketidaksetaraan masyarakat AS," kata media pemerintah KCNA pada Rabu, 27 September 2023.

KCNA merilis hasil akhir penyelidikan penyeberangan perbatasan King pada bulan Juli, setelah mengatakan dalam temuan sementara bahwa ia ingin berlindung di Korea Utara atau di tempat lain karena penganiayaan dan diskriminasi rasial di kalangan tentara.

“King mengaku bahwa dia secara ilegal menyusup ke wilayah DPRK karena dia menyimpan perasaan tidak enak terhadap penganiayaan tidak manusiawi dan diskriminasi rasial di kalangan tentara AS dan kecewa dengan masyarakat AS yang tidak setara,” kata KCNA.

DPRK adalah inisial nama resmi Korea Utara, Republik Rakyat Demokratik Korea.

Pihak berwenang telah memutuskan untuk mengusir King berdasarkan hukum negara tersebut, kata KCNA, namun tidak merinci bagaimana, kapan atau di mana dia akan diusir.

Departemen Luar Negeri AS dan Gedung Putih tidak dapat segera dihubungi untuk memberikan komentar.

King, seorang prajurit militer, tiba-tiba menyerbu Korea Utara dari Selatan pada tanggal 18 Juli saat melakukan tur sipil di Kawasan Keamanan Bersama di perbatasan yang dijaga ketat antara kedua negara bertetangga.

Ada beberapa upaya yang dilakukan tentara AS yang ditempatkan di Korea Selatan untuk membelot atau membelot ke Korea Utara, namun pengusiran King terjadi relatif cepat dibandingkan dengan upaya lain yang dilakukan bertahun-tahun sebelum dibebaskan dari negara tertutup tersebut.