• News

Rusia Klaim Tawanan Perang Ukraina di Donetsk Terbunuh, PBB Membantah

Yati Maulana | Selasa, 25/07/2023 23:50 WIB
Rusia Klaim Tawanan Perang Ukraina di Donetsk Terbunuh, PBB Membantah Pemandangan interior gedung penjara yang rusak akibat penembakan di pemukiman Olenivka di Wilayah Donetsk, Ukraina 10 Agustus 2022. Foto: Reuters

JAKARTA - Kepala hak asasi manusia PBB pada Selasa menyerukan pertanggungjawaban atas kematian sedikitnya 50 tawanan perang Ukraina tahun lalu dalam ledakan di fasilitas penahanan wilayah Donetsk, menolak klaim Moskow bahwa mereka dibunuh oleh roket.

Para tahanan yang ditahan di fasilitas penahanan yang dikontrol Rusia di Olenivka, di wilayah Donetsk timur, tewas akibat ledakan pada 28-29 Juli 2022. Rekaman video media Rusia yang belum diverifikasi menunjukkan sisa-sisa penjara yang terbakar dan mayat yang hangus.

Kementerian pertahanan Rusia mengatakan pada saat itu bahwa serangan rudal oleh roket HIMARS buatan AS adalah penyebabnya. Kyiv, yang sering mengangkat insiden itu, menyatakan bahwa Rusia melakukan ledakan di penjara Olenivka untuk menyembunyikan penganiayaan terhadap tawanan Ukraina yang ditahan di dalamnya.

Kementerian pertahanan Rusia tidak segera menanggapi permintaan komentar melalui email. Moskow sebelumnya membantah menganiaya tawanan perang.

"Para tawanan perang yang terluka atau meninggal di Olenivka, dan anggota keluarga mereka, berhak mendapatkan kebenaran untuk diketahui, dan mereka yang bertanggung jawab atas pelanggaran hukum internasional dimintai pertanggungjawaban," kata Komisaris Tinggi untuk Hak Asasi Manusia Volker Turk dalam sebuah pernyataan yang dikirimkan kepada wartawan.

Badan HAM PBB, yang mengatakan telah melakukan wawancara ekstensif dengan para penyintas dan menganalisis informasi tambahan, menambahkan bahwa insiden itu "tidak disebabkan oleh roket HIMARS".

Pihaknya belum mengidentifikasi sumber ledakan namun akan terus menindaklanjuti kejadian tersebut. Rusia belum mengabulkan permintaan untuk mengakses bagian Ukraina di bawah kendali sementara Rusia atau memberikan jaminan keamanan yang memuaskan untuk kunjungan ke lokasi, tambah pernyataan itu.

Kantor HAM PBB sebelumnya mengatakan Rusia dan Ukraina telah melecehkan tawanan perang selama konflik, meskipun yang pertama melakukannya dalam skala yang lebih besar.