Ilustrasi
JAKARTA - Bagai surga tersembunyi, seribu satu obyek wisata menebar di setiap jengkal tanah Indonesia.Tugas ASDP-lah menyeberangkan sebanyak mungkin orang untuk menjangkau surga-surga tersembunyi itu hingga ke sudut-sudut negeri.
Melekatkan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dengan pariwisata, sejatinya, sama dengan menyandingkan hujan dan awan. Yang satu menjadi sebab bagi yang lain, atau yang lain menjadi akibat dari yang satu. Perumpamaan kaitan ASDP dengan pariwisata juga bisa dianologikan seperti kincir dan angin. Yang satu mendapat manfaat dari yang lain, atau bisa juga dibilang yang lain berperan penting bagi yang satu. Dengan kata lain, kebersamaan ASDP dengan pariwisata adalah keniscayaan tak terhindarkan.
Menurut Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi, ada tiga peran penting ASDP di sektor pariwisata.
Pertama, pioneer pengembangan wilayah baru dengan membuka lintasan yang mendukung pergerakan masyarakat dan lalu lintas barang.
Kedua, sebagai enabler dimana ASDP berperan menyediakan layanan reguler untuk aktivitas sehari-hari.
“Dan ketiga, sebagai active player dimana ASDP berkontribusi terhadap pengembangan pariwisata dengan menyediakan konektivitas dan amenities,” kata Ira dalam keterangannya beberapa waktu lalu.
Perintis
Selama ini, peran-peran tersebut telah teroptimalisasikan. Salah satunya melalui layanan kapal perintis yang menjadi garda depan keterlibatan ASDP di dunia pariwisata. Melalui layanan ini, perusahaan bertindak nyata dalam pengembangan destinasi pariwisata super prioritas.
"Sejumlah destinasi wisata pilihan yang dijangkau melalui layanan kapal perintis ASDP antara lain Raja Ampat di Sorong-Papua, Wakatobi di Sulawesi Tenggara, dan juga Likupang, Sulawesi Utara," ujar Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin.
Di Wakatobi, Sulawesi Tenggara, ASDP mengoperasikan layanan perintis KMP Sultan Murhum II. Layanan ini meliputi rute Kamaru-Kaledupa-Tomia-Binongko dan sebaliknya.
Kemudian, di wilayah Sorong-Papua, ASDP memaksimalkan layanan perintis dari KMP Lema, dengan rute Sorong - Waigeo, Sorong - Babo, Sorong Kokas. Jika ingin berlibur ke destinasi wisata super prioritas Raja Ampat, wisatawan dapat mengakses kapal ferry hingga Waisai, sebelum melanjutkan island hopping di Raja Ampat via speed boat. Selain KMP Lema, ASDP juga mengoperasikan
KMP Terubuk I, Sorong - Arefi, Arefi - PAM, Sorong - Linmalas.
Sementara itu, di Kawasan Tengah Indonesia, ASDP mempermudah pergerakan orang dan barang melalui layanan perintis KMP Tarusi. Rute yang dijangkau dalam layanan ini adalah Likupang - Pananaru. Seperti diketahui, daerah Likupang, Sulawesi Utara merupakan destinasi wisata super prioritas.
Diversifikasi
Optimalisasi peran berikutnya tecermin dari kontribusi ASDP sebagai active player. Yang menyedot perhatian publik terkait hal ini adalah kontribusi ASDP dalam ajang internasional KTT Asean Ke-42, di Labuan Bajo, NTT, 9-11 Mei 2023.
Salah satu hotel tempat acara dan penginapan para delegasi adalah Hotel Meruorah, yang dimiliki oleh IFPRO. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menjadi pemegang saham mayoritas pada perusahaan patungan tersebut.
"ASDP sebagai entitas pemilik, memiliki visi untuk mendukung kemajuan pariwisata tanah air melalui diversifikasi bisnis yang berorientasi pada pengembangan kawasan waterfront destination. Hal ini akan mendukung konektivitas dan bisnis hospitality di Labuan Bajo," ujar, Ira Puspadewi.
Kehadiran Hotel Meruorah diharapkan mendongkrak perekonomian Labuan Bajo, yang terlihat dari peningkatan masa tinggal (length of stay) wisatawan dari rata-rata hanya 1,7 hari menjadi hingga rata-rata 3 hari.
Peran senada juga dilakukan ASDP dalam pengembangan Bakauheni Harbour City di Lampung Selatan, Provinsi Lampung.
“Dengan hadirnya Bakauheni Harbour City ini, kami targetkan kawasan Bakauheni dapat menjadi destinasi pariwisata berskala internasional. Bakauheni bukan hanya sebagai pelabuhan penyeberangan, tetapi juga menjadi lokasi wisata baru dan menjadi favorit wisatawan nusantara (wisnus) maupun mancanegara (wisman),” kata Ira.
Optimisme terhadap Bakauheni Harbour City, sesungguhnya lahir dari tolok ukur yang jelas. Yakni tingginya frekuensi penyeberangan di lintasan Merak-Bakauheni. Dari total 49 juta penumpang yang dilayani di seluruh Indonesia, lintasan Merak-Bakauheni sendiri berkontibusi sebesar 42,2 persen atau sekitar 20,7 juta penumpang setiap tahunnya.
“Sehingga, ada potensi yang sangat besar di sini, utamanya dalam pengembangan sektor pariwisata,” ujar Ira.
Konektivitas
Kontribusi ASDP juga tecermin dalam pengembangan pariwisata Bali, khususnya di Kabupaten Jembrana. Terkait hal ini, perusahaan berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan di Pelabuhan Gilimanuk.
Komitmen tersebut, kata Direktur Perencanaan dan Pengembangan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Harry MAC merupakan wujud kesungguhan perusahaan mendukung konektivitas Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi dan pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi.
“Jika dua ruas jalan tol tersebut selesai, maka Pelabuhan Gilimanuk harus memiliki fasilitas dan layanan prima sehingga nantinya masyarakat dan wisatawan merasa nyaman dan terlayani dengan baik," kata Harry.
Komitmen dan kontribusi ASDP dalam pengembangan pariwisata di Tanah Air, sejatinya, nyata adanya. Dan adalah nyata bahwa ASDP telah menjangkau surga pariwisata, bahkan yang paling tersembunyi, di sudut - sudut negeri.