• News

Ukraina Klaim Pasukannya Maju Satu Kilometer Dekat Bakhmut yang Dikuasai Rusia

| Jum'at, 07/07/2023 22:30 WIB

Ukraina Klaim Pasukannya Maju Satu Kilometer Dekat Bakhmut yang Dikuasai Rusia Seorang prajurit Ukraina dari Brigade Infanteri Bermotor Terpisah Kost Hordiienko ke-57 menembakkan howitzer dekat kota Bakhmut, Ukraina 5 Juli 2023. Foto: Reuters

JAKARTA - Ukraina mengatakan pada Jumat pasukannya maju lebih dari satu kilometer di dekat kota timur Bakhmut pada hari terakhir pertempuran melawan pasukan Rusia.

Komentar tersebut adalah yang terbaru dari Kyiv yang menandakan bahwa serangan balasan yang diluncurkan pada awal Juni secara bertahap membuat kemajuan meskipun catatan pertempuran Rusia di sektor Bakhmut berbeda dari Ukraina.

"Pasukan pertahanan terus memegang inisiatif di sana, memberikan tekanan pada musuh, melakukan operasi penyerangan, bergerak maju di sepanjang sisi utara dan selatan," kata Serhiy Cherevatyi, juru bicara komando militer timur, kepada televisi Ukraina.

"Secara khusus, selama beberapa hari terakhir, mereka telah maju lebih dari satu kilometer (0,62 mil)."

Jenderal Oleksander Syrskyi, yang bertanggung jawab atas pasukan darat Ukraina, juga mengatakan pasukan Ukraina bergerak maju ke arah Bakhmut.

"Pasukan pertahanan membuat kemajuan dan kemajuan," katanya, seraya menambahkan bahwa beberapa wilayah telah direbut kembali tetapi tidak memberikan perincian.

Seorang juru bicara staf umum angkatan bersenjata mengatakan pasukan Ukraina telah "berhasil sebagian" di dekat desa Klishchiivka, tepat di barat daya Bakhmut.

Analis militer Ukraina mengatakan bahwa mengamankan Klishchiivka akan membantu Ukraina merebut kembali Bakhmut, yang direbut oleh pasukan Rusia pada Mei setelah pertempuran berbulan-bulan.

Kantor berita Rusia RIA mengutip sumber tentara Rusia yang mengatakan minggu ini bahwa pasukan Moskow telah memukul mundur serangan terhadap Klishchiivka dan membersihkan sisa pasukan Ukraina di daerah tersebut.

Reuters tidak dapat memverifikasi situasi medan perang.

Moskow, yang memulai invasi besar-besaran ke Ukraina pada Februari 2022, melihat Bakhmut sebagai batu loncatan untuk menyerang kota lain. Rusia masih menguasai Bakhmut tetapi pasukan Ukraina berharap untuk mengepung kota itu.

Kyiv mengatakan telah merebut kembali beberapa desa di selatan sejak melancarkan serangan balasannya, tetapi Rusia masih menguasai sebagian besar wilayah timur dan tenggara Ukraina.