• News

Sama-sama Tegang dengan China, Jepang dan Filipina Pererat Hubungan Keamanan

Yati Maulana | Jum'at, 10/02/2023 14:02 WIB
Sama-sama Tegang dengan China, Jepang dan Filipina Pererat Hubungan Keamanan Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. dan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida berbicara di kediaman resmi perdana menteri di Tokyo, Jepang, 09 Februari 2023. Foto: Reuters

JAKARTA - Jepang mengatakan ingin memperkuat latihan militer bersama dengan Filipina karena kedua sekutu AS pada Kamis berjanji untuk menjalin hubungan keamanan yang lebih erat pada saat ketegangan meningkat dengan China.

Negara-negara maritim juga membuat kesepakatan untuk mengizinkan angkatan bersenjata mereka bekerja sama selama operasi bantuan bencana, sebuah kesepakatan yang dilihat sebagai langkah menuju pakta yang lebih luas yang memungkinkan kedua negara mengerahkan pasukan di wilayah masing-masing.

"Dalam situasi internasional yang kompleks tahun ini, Jepang sangat mementingkan kerja sama dengan Filipina," kata Perdana Menteri Fumio Kishida dalam sambutan pembukaannya pada pertemuan dengan Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr di Tokyo.

Kishida kemudian mengatakan keduanya telah sepakat untuk mencoba dan membangun kerangka kerja yang akan "memperkuat dan memuluskan proses mengadakan latihan bersama".

Jepang mengadakan latihan militer bersama dengan Amerika Serikat dan Filipina baru-baru ini pada bulan Oktober.

Taiwan, yang terletak di antara Jepang dan Filipina, telah menjadi titik fokus untuk mengintensifkan aktivitas militer China yang dikhawatirkan Tokyo dan Washington dapat meningkat menjadi perang ketika Beijing mencoba merebut apa yang dilihatnya sebagai provinsi nakal.

Presiden Marcos, dalam kunjungan pertamanya ke Jepang sejak menjabat pada Juli, pekan lalu menandatangani perjanjian yang memberikan Amerika Serikat akses lebih besar ke pangkalan militernya.

Kesepakatan bantuan bencana dengan Tokyo dipandang sebagai kemungkinan pendahulu untuk membangun perjanjian pasukan kunjungan yang akan memungkinkan pasukan Jepang dikerahkan ke Filipina dengan lebih mudah.

Tokyo memiliki pakta semacam itu dengan Australia dan Inggris, dan juga menampung konsentrasi terbesar pasukan AS di luar negeri.

Kehadiran militer Jepang di Filipina dapat membantu Manila melawan pengaruh China di Laut China Selatan, yang sebagian besar diklaim Beijing, termasuk wilayah yang dianggap Manila sebagai miliknya.

“Setelah pertemuan kami, saya dapat dengan yakin mengatakan bahwa kemitraan strategis kami lebih kuat dari sebelumnya karena kami bersama-sama menavigasi kesulitan yang melanda wilayah kami,” kata Marcos, seraya menambahkan bahwa dia telah setuju untuk bekerja sama lebih erat dengan Jepang di berbagai bidang termasuk kerja sama pertahanan dan keamanan maritim.