Menteri Pertahanan Swedia Pal Jonson saat mengunjungi latihan tentara Ukraina di Timur Laut Inggris, 9 November 2022
JAKARTA - Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar mengatakan pada hari Sabtu bahwa kunjungan yang direncanakan minggu depan oleh timpalannya dari Swedia ke Ankara telah dibatalkan setelah otoritas Swedia memberikan izin untuk protes di Stockholm.
Demonstrasi yang direncanakan di Stockholm pada Sabtu malam ditujukan pada upaya Turki dan Swedia untuk bergabung dengan NATO, memicu ketegangan dengan Ankara yang persetujuannya diperlukan bagi negara Nordik untuk bergabung dengan aliansi militer.
Penyelenggara mengatakan sekitar 500-600 orang diperkirakan akan berkumpul untuk memprotes tawaran NATO Swedia dan menunjukkan dukungan untuk Kurdi dalam demonstrasi yang telah mendapat izin dari Polisi Stockholm.
Secara terpisah, seorang politikus anti-imigrasi dari sayap kanan, Rasmus Paludan, berencana untuk membakar kitab suci Alquran di dekat Kedutaan Besar Turki. Sekelompok demonstran pro-Turki juga mendapat izin untuk berkumpul di luar kedutaan.
“Saat ini, kunjungan Menteri Pertahanan Swedia Pal Jonson ke Turki pada 27 Januari menjadi tidak berarti. Jadi kami membatalkan kunjungan tersebut,” kata Akar.
Jonson merencanakan untuk melakukan perjalanan ke Ankara atas undangan mitranya dari Turki karena Stockholm berharap dapat mendorong Turki untuk meratifikasi tawarannya untuk bergabung dengan NATO.
Jonson mengatakan secara terpisah dia dan Akar telah bertemu pada hari Jumat selama pertemuan sekutu Barat di Jerman dan memutuskan untuk menunda pertemuan yang direncanakan.
"Hubungan kami dengan Türkiye sangat penting bagi Swedia, dan kami berharap dapat melanjutkan dialog tentang masalah keamanan dan pertahanan bersama di kemudian hari," katanya di Twitter.
Swedia dan Finlandia mendaftar tahun lalu untuk bergabung dengan NATO setelah invasi Rusia ke Ukraina, tetapi semua 30 negara anggota harus menyetujui tawaran mereka. Turki mengatakan Swedia khususnya harus terlebih dahulu mengambil sikap yang lebih jelas terhadap apa yang dilihatnya sebagai teroris, terutama militan Kurdi dan kelompok yang disalahkan atas upaya kudeta tahun 2016.
Akar mengatakan dia telah berdiskusi dengan Presiden Tayyip Erdogan tentang kurangnya tindakan untuk membatasi protes di Swedia terhadap Turki dan telah menyampaikan reaksi Ankara kepada Jonson di sela-sela pertemuan Kelompok Kontak Pertahanan Ukraina.
"Tidak dapat diterima untuk tidak bergerak atau bereaksi terhadap (protes) ini. Hal-hal yang diperlukan perlu dilakukan, langkah-langkah harus diambil," kata Akar, menurut pernyataan kementerian pertahanan Turki.
Kementerian Luar Negeri Turki telah memanggil duta besar Swedia pada hari Jumat atas protes yang direncanakan. Kementerian tersebut mengatakan utusan tersebut diberitahu pada hari Jumat bahwa protes oleh kelompok yang bersimpati kepada Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang dianggap sebagai pelanggaran perjanjian antara kedua negara.
Finlandia dan Swedia menandatangani perjanjian tiga arah dengan Turki pada tahun 2022 yang bertujuan untuk mengatasi keberatan Ankara atas keanggotaan mereka di NATO. Swedia mengatakan telah memenuhi bagian dari memorandum tersebut tetapi Turki menuntut lebih, termasuk mengekstradisi 130 orang yang dianggap teroris.