• News

Chili Tutup Permanen Area Pertambangan Dekat Lubang Raksasa Misterius

Yati Maulana | Minggu, 09/10/2022 10:01 WIB
Chili Tutup Permanen Area Pertambangan Dekat Lubang Raksasa Misterius Sebuah lubang pembuangan yang terbuka minggu lalu telah berlipat ganda, di zona penambangan dekat kota Tierra Amarilla, di Copiapo, Chili, 7 Agustus 2022. Foto: Reuters

JAKARTA - Menteri Pertambangan Chili mengumumkan pada hari Jumat penutupan permanen dari lombong pertambangan yang terkait langsung dengan lubang pembuangan raksasa yang muncul di bagian utara negara itu pada bulan Juli.

Menteri Pertambangan Marcela Hernando membuat pengumuman setelah bertemu dengan anggota serikat pekerja, pekerja tambang dan ahli teknis yang mempelajari lubang pembuangan.

"Sektor lombong Gaby, yang berhubungan langsung dengan penurunan muka tanah, ditutup secara definitif dan tidak akan pernah dieksploitasi lagi," kata Hernando, merujuk pada sektor lombong di tambang tembaga Alcaparrosa di Chili utara.

Menteri menambahkan bahwa pemerintah sedang berupaya memulihkan air dari akuifer yang rusak akibat lubang pembuangan. "Kami tertarik untuk memulihkan 1,3 juta meter kubik air yang saat ini tergenang di kedalaman," kata Hernando. "Tujuan kami adalah mengembalikan mereka ke akuifer, di mana kami sedang mempelajari berbagai alternatif."

Regulator lingkungan SMA Chili mengumumkan tuduhan terhadap tambang tembaga Lundin Mining Corp milik Kanada (LUN.TO) pada hari Kamis untuk lubang pembuangan.

SMA mengajukan tuntutan berlabel "sangat serius" untuk "kerusakan lingkungan yang tidak dapat diperbaiki" pada akuifer, di samping tuntutan "serius" untuk ekstraksi berlebih dan dua tuntutan kecil terkait dengan pengangkutan mineral.

Pemerintah mengatakan pihaknya berencana untuk membuka kembali bagian-bagian tambang di mana kondisi memungkinkan untuk menghindari hilangnya pekerjaan.

Lundin Mining Corp Kanada memiliki 80% dari properti tersebut, sedangkan 20% sisanya dimiliki oleh Sumitomo Metal Mining (5713.T) dan Sumitomo Corp dari Jepang.

Perusahaan dapat menghadapi penutupan, dicabut izin lingkungannya atau didenda setara dengan $13 juta atau lebih.

Pada pertengahan Agustus, SMA memerintahkan tindakan "mendesak dan sementara" sambil menyelidiki penyebab lubang berdiameter 36,5 meter (120 kaki) di Tierra Amarilla, sekitar 665 km (413 mil) utara ibu kota.