• News

Elon Musk Bantah Selingkuh dengan Istri Pendiri Google Sergey Brin

Tri Umardini | Senin, 25/07/2022 17:10 WIB
Elon Musk Bantah Selingkuh dengan Istri Pendiri Google Sergey Brin Elon Musk, Nicole Shanahan dan Sergey Brin. (ANGELA WEISS/AFP VIA GETTY; IMAGE PRESS AGENCY/NURPHOTO/SHUTTERSTOCK)

JAKARTA - Elon Musk membantah selingkuh dengan istri pendiri Google, Sergey Brin.

Pendiri Tesla menanggapi di Twitter setelah Wall Street Journal melaporkan pada hari Minggu (24/7/2022) bahwa Elon Musk (51) terlibat dalam "hubungan singkat" dengan Nicole Shanahan musim gugur lalu.

Informasi tersebut didasarkan pada orang-orang yang mengetahui adanya perselingkuhan tersebut.

Wall Street Journal melaporkan, Elon Musk dan Sergey Brin sebelumnya adalah teman lama.

Bahkan Sergey Brin pernah memberi Elon Musk $ 500.000 untuk Tesla selama krisis keuangan pada 2008.

Elon Musk mengatakan selama bertahun-tahun bahwa ia "secara teratur berlabuh” di rumah Sergey Brin di Silicon Valley.

Kabar perselingkuhan tersebut tak pelak membuat ketegangan hubungan keduanya. Bahkan Sergey Brin meminta penasihan keuangannya menjual investasi pribadinya di perusahaan Elon Musk pada Desember 2021.

Menanggapi berita tersebut, belum ada keterangan resmi dari perwakilan Elon Musk, Sergey Brin, dan Nicole Shanahan.

Elon Musk membalas seorang pengguna Twitter yang membagikan artikel WSJ dengan keterangan yang menyatakan bahwa Elon Musk "diduga memukul istri salah satu pendiri Google Sergey Brin yang mengarah ke pengajuan perceraian pasangan itu" dan bahwa "keduanya tampaknya tidak lagi berteman."

"Ini benar-benar bs. Sergey dan aku berteman dan berada di pesta bersama tadi malam!" Elon Musk merespon cuitan tersebut, Minggu (24/7/2022) malam.

"Aku hanya bertemu Nicole dua kali dalam tiga tahun, kedua kali dengan banyak orang di sekitarnya. Tidak ada yang romantis."

Elon Musk menambahkan di tempat lain di utas: "Bahkan belum pernah berhubungan seks (menghela napas)."

Diketahui sebelumnya, Sergey Brin yang merupakan orang terkaya keenam di dunia menggugat cerai sang istri, Nicole Shanahan yang telah dinikahinya selama tiga tahun.

Berdasarkan dokumen pengadilan, Sergey Brin menggugat cerai Nicole Shanahan pada awal Januari 2022.

Dilaporkan pertama kali oleh Business Insider, perceraian terjadi lantaran perbedaan yang tidak dapat didamaikan.

Pasangan tersebut memiliki aset bersama untuk dibagi dalam proses, yang "akan ditentukan."

"Semua masalah mengenai hak milik atau kewajiban para pihak akan ditentukan oleh arbitrase yang mengikat secara rahasia sesuai dengan kesepakatan tertulis antara para pihak," bunyi pengajuan tersebut.

Selain itu, Sergey Brin meminta hak asuh bersama atas putri mereka yang berusia 2 tahun.

Sergey Brin dan Nicole Shanahan telah meminta "hakim sementara" pribadi untuk memimpin kasus ini.

Sergey Brin mengajukan ke Pengadilan Tinggi Santa Clara karena negara bagian tersebut berusaha membantu menangani pengadilannya yang macet. Ini memungkinkan pasangan untuk mempercepat perceraian mereka melalui pengadilan yang tertunda.

Selain itu juga memastikan tingkat privasi yang lebih tinggi dan pengarsipan menekankan keinginan mantan pasangan untuk privasi di sekitar proses.

"Pemohon adalah salah satu pendiri Google dan salah satu pengusaha teknologi terkaya dan paling terkenal di dunia. Karena sifat hubungan mereka yang terkenal, kemungkinan besar ada kepentingan publik yang signifikan dalam masalah pembubaran dan hak asuh anak mereka, Pengacara Sergey Brin menulis dalam sebuah pengajuan.

Mereka menambahkan: "Yang sangat memprihatinkan adalah bahwa publisitas semacam itu menempatkan anak kecil mereka pada risiko bahaya, pelecehan, dan bahkan penculikan, jika secara spesifik keberadaan mereka sehari-hari terungkap ke publik. "

Sergey Brin sebelumnya menikah dengan salah satu pendiri 23andMe Anne Wojcicki dari 2007 hingga 2015, dan mereka berbagi hak suh putra Benji (13) dan putri Chloe (11).

Menurut Forbes, pengusaha internet Rusia-Amerika ini ikut mendirikan Google dengan Larry Page pada tahun 1998.

Meskipun mereka berdua mengundurkan diri dari posisi eksekutif dengan perusahaan induk mesin pencari Alphabet pada tahun 2019, Sergey Brin masih mempertahankan saham pengendali. (*)