Ilustrasi. Bendera Saudi Arabia dan bendera Iran (foto: shutterstock.com)
JAKARTA - Polandia mengkonfirmasi pada hari Kamis bahwa seorang ilmuwan Polandia telah ditangkap di Iran dan mengatakan sedang bekerja untuk mengamankan kepulangannya, setelah Teheran mengumumkan penangkapan beberapa orang asing yang dituduh melakukan mata-mata.
Televisi pemerintah Iran melaporkan pada hari Rabu bahwa Pengawal Revolusi telah menangkap orang asing untuk tindakan yang termasuk mengambil sampel tanah di daerah terlarang.
Laporan Iran mengidentifikasi salah satu dari mereka yang ditangkap sebagai ilmuwan Polandia bernama Maciej Walczak, dan lainnya sebagai Giles Whittaker, diplomat peringkat kedua di kedutaan Inggris. Inggris membantah salah satu diplomatnya ditahan.
Sebuah pernyataan dari kementerian luar negeri Polandia mengkonfirmasi penangkapan seorang "ilmuwan yang diakui" Polandia, tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang identitasnya.
"Sejak awal, layanan konsuler terus berhubungan dengan warga negara kami dan keluarganya, tahanan telah diberikan bantuan hukum," kata kementerian luar negeri Polandia dalam sebuah pernyataan di situsnya.
"Tindakan konsuler dan diplomatik diambil untuk memungkinkan warga kami kembali ke Polandia sesegera mungkin. Kami juga mengoordinasikan langkah lebih lanjut kami dengan negara-negara sekutu."
Laporan TV Iran termasuk rekaman yang konon menunjukkan Walczak dan tiga rekannya mengumpulkan sampel bumi setelah mengunjungi Iran dalam program pertukaran ilmiah. Dikatakan pengumpulan sampel mereka juga bertepatan dengan uji coba rudal di provinsi Kerman selatan Iran.
TV pemerintah Iran mengidentifikasi orang ketiga yang ditangkap sebagai suami atase budaya Austria di Iran, tetapi Austria membantah bahwa Iran telah menahan kerabat diplomatnya.
"Semua staf kami dan kerabat mereka di Teheran baik-baik saja. Tidak ada yang ditahan atau ditangkap," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Austria.