Ilustrasi pipa gas alam di atas bendera Rusia dan Jerman. Foto: Reuters
JAKARTA - Seorang mantan perwira di pasukan cadangan tentara Jerman diadili pada hari Kamis atas tuduhan mata-mata untuk Rusia, dalam kasus yang dapat memperburuk hubungan yang sangat tegang oleh invasi Rusia ke Ukraina.
Jaksa mengatakan Ralph G., yang nama keluarganya tidak dapat diungkapkan sepenuhnya berdasarkan undang-undang privasi Jerman, memberi agen Rusia "banyak dokumen dan informasi" tentang tentara Jerman dari Oktober 2014 hingga Maret 2020, ketika ia menjadi wakil komandan pasukan.
"Kami yakin terdakwa berhubungan dengan dinas intelijen Rusia GRU melalui beberapa orang, terutama di Kedutaan Besar Rusia di Berlin," kata jaksa federal Gerd Kaiser di gedung pengadilan, Kamis.
Baik Ralph G maupun pengacaranya tidak mengomentari kasus tersebut pada hari Kamis.
Ketegangan antara Rusia dan aliansi militer NATO telah meningkat ke tingkat yang tidak terlihat sejak Perang Dingin setelah Barat memberlakukan sanksi keras terhadap Rusia menyusul invasinya ke Ukraina pada 24 Februari.
Penuntutan federal Jerman juga menuduh Ralph G. memasok agen Rusia dengan informasi tentang Nord Stream 2, pipa milik raksasa gas Rusia Gazprom dan yang dihentikan Jerman pada Februari.
Mereka juga mengatakan dia telah memberikan informasi kepada agen Rusia tentang pasukan cadangan dan pertahanan sipil Jerman. Melalui dia, dinas rahasia Rusia juga memperoleh rincian pribadi dan kontak pejabat tinggi di militer dan manajer perusahaan terkemuka, kata jaksa penuntut.
Tersangka juga dituduh membantu penangan Rusianya memahami kebijakan pertahanan AS dengan mitranya dalam aliansi militer NATO, kata jaksa.
"Kami tidak dapat menemukan bukti bahwa dia dibayar untuk pengiriman ini. Sangat mengejutkan bahwa dia berulang kali menerima undangan ke acara resmi Rusia," kata Kaiser.