• Info MPR

Bamsoet Dukung FT-UI Lakukan Riset pada Pengembangan Kendaraan Listrik

akhyar | Kamis, 23/06/2022 20:55 WIB

Bamsoet Dukung FT-UI Lakukan Riset pada Pengembangan Kendaraan Listrik Bamsoet bersama Dekan Fakultas Teknik Universitas Indonesia Prof. Dr. Heri Hermansyah, di Jakarta, Kamis (23/6/22). (foto: Humas MPR)

JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo bersama Dekan Fakultas Teknik Universitas Indonesia Prof. Dr. Heri Hermansyah menjajaki kerjasama MPR RI dengan Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FT UI), khususnya dalam bidang pendidikan, riset, dan berbagai pengembangan lainnya.

"Di bidang riset, MPR RI mendukung FT UI untuk tetap konsisten melakukan riset di bidang pengembangan kendaraan listrik. Mulai dari desain model kendaraan, sistem penggerak (motor listrik), sistem pendingin (air conditioning), hingga kepada komponen baterai listrik" ujar Bamsoet usai menerima Dekan Fakultas Teknik Universitas Indonesia Prof. Dr. Heri Hermansyah, di Jakarta, Kamis (23/6/22).

Para peneliti yang tergabung dalam Pusat Riset Kendaraan Mutakhir (Research Center for Advanced Vehicle/RCAVe) Fakultas Teknik UI sejak tahun 2014 mulai melakukan konversi kendaraan listrik perkotaan. Hasilnya pada 10 Juni 2022 lalu, UI telah menyerahkan secara simbolis bus listrik garapannya kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Bus listrik tersebut merupakan satu-satunya di Indonesia yang rancang bangun nya dirancang oleh para ahli UI dan dibangun oleh perusahaan-perusahaan dalam negeri.

"Tingkat komponen dalam negeri (TKDN) Bus listrik tersebut saat ini adalah yang tertinggi di Indonesia untuk kelas bus berukuran besar, yaitu ukuran panjang 12 meter dan bobot maksimal 16 ton. Bus listrik tersebut rencananya akan dipakai untuk menunjang transportasi kegiatan KTT G-20 di Bali pada akhir tahun 2022 ini," jelas Bamsoet.

Produksi baterai listrik saat ini menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi dalam mewujudkan Indonesia menjadi salah satu pemain utama dalam memproduksi kendaraan listrik. Mengingat baterai merupakan komponen kunci untuk kendaraan listrik dan berkontribusi sekitar 25-40 persen dari harga kendaraan listrik

"Baterai listrik pada kendaraan listrik menggunakan baterai lithium ion dengan bahan aktif katoda, diantaranya melibatkan unsur litium, nikel, kobalt, mangan dan aluminium. Kita memang memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah untuk nikel, kobalt, mangan dan aluminium. Namun kita tidak memiliki sumber daya alam mineral litium, sehingga harus didatangkan melalui impor," terang Bamsoet.

FT UI bisa berkontribusi melakukan riset membantu pemerintah Indonesia mengakali kebutuhan litium tersebut. Misalnya melalui penelitian recovery lithium dari recycle baterai bekas atau yang dikenal dengan urban mining. Melalui inovasi tersebut, diharapkan Indonesia dapat memiliki cadangan lithium yang cukup untuk mengembangkan baterai listrik meski tidak terdapat tambang lithium dari alam.

"Jika bisa memproduksi baterai listrik dari dalam negeri tanpa bergantung impor lithium, maka kendaraan listrik dalam negeri bisa bersaing di pasar internasional. Hadirnya Perpres No. 55 tahun 2019 tentang Percepatan Pengembangan Kendaraan Bermotor Listrik menjadi bukti keseriusan Presiden Joko Widodo mengembangkan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai. Diperkirakan permintaan mobil dan motor listrik di Indonesia masing-masing akan tembus mencapai 400 ribu unit dan 1,2 juta unit pada tahun 2025 mendatang. Besarnya market tersebut harus dinikmati oleh industri otomotif dalam negeri, jangan hanya dinikmati oleh industri otomotif dari luar negeri," pungkas Bamsoet